Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membantah isu relokasi dua perusahaan komponen otomotif ke Vietnam. Kedua perusahaan yang berlokasi di Jawa Timur itu dipastikan masih beroperasi normal di Indonesia.

Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, menyatakan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita telah memerintahkan Direktorat Jenderal ILMATE untuk melakukan verifikasi langsung.

in1

>>> Eks Dosen ITB Soroti Kejanggalan Kasus Rp20 Juta Ketua BEM UBK

Langkah ini diambil untuk menindaklanjuti informasi yang beredar mengenai relokasi dan PHK di sektor industri komponen otomotif.

Hasil penelusuran mengidentifikasi dua perusahaan yang dimaksud, yaitu PT JAI di Kabupaten Pasuruan dan PT SAI di Kabupaten Mojokerto.

Keduanya tercatat aktif melaporkan kegiatan industri melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas).

>>> KPK Temukan Celah Korupsi di BPJS Ketenagakerjaan, Klaim hingga Data Peserta Rawan

Verifikasi menunjukkan fasilitas produksi kedua perusahaan masih beroperasi normal. Manajemen perusahaan menegaskan tidak ada rencana relokasi ke Vietnam maupun pengurangan tenaga kerja.

"Dari hasil penelusuran, sementara dapat disimpulkan bahwa belum ada rencana relokasi fasilitas produksi ke Vietnam dan tidak terdapat PHK pada kedua perusahaan tersebut," kata Febri di Jakarta, Selasa (24/6).

Kemenperin mencatat kedua perusahaan memiliki peran penting dalam industri komponen otomotif nasional.

>>> Bobby Nasution: Status Green Card UNESCO Kaldera Toba Harus Berdampak pada Ekonomi Masyarakat dan Pariwisata

Total nilai investasi keduanya mencapai lebih dari Rp1,9 triliun, menunjukkan komitmen jangka panjang dalam mendukung rantai pasok otomotif di Indonesia.