Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi menghentikan program latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).

Sebagai gantinya, Kemhan memperkenalkan program baru bernama Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial. Perubahan ini dilakukan setelah evaluasi menyeluruh pasca meninggalnya lima peserta latsarmil.

>>> WhatsApp Buka Pendaftaran Username, Chat Tanpa Nomor HP

Fokus pada Pembentukan Karakter dan Manajerial

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan terminologi dan pelaksanaan kegiatan kini diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, bukan lagi latsarmil.

Dengan penyesuaian ini, kegiatan fisik dan pelatihan yang bersifat taktis dan teknis militer dikurangi. Kegiatan menembak, misalnya, tidak lagi menjadi bagian dari latihan.

Rico menjelaskan fokus kegiatan diarahkan pada pembentukan disiplin, karakter, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta kesiapan manajerial peserta sebagai calon pengelola koperasi.

Kemhan juga akan memperhatikan kondisi kesehatan peserta untuk memastikan proses pendidikan berjalan aman dan tertib.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sebelumnya mengevaluasi secara menyeluruh program latsarmil setelah insiden kematian lima peserta.

>>> Afrika Selatan, Jepang, dan Jerman Tersingkir di 32 Besar Piala Dunia 2026

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, mengatakan evaluasi mencakup aspek kesehatan.

Pemeriksaan kesehatan menyeluruh dilakukan untuk mengetahui kondisi fisik peserta. Setiap satuan TNI yang menjadi pelatih harus menyesuaikan porsi latihan fisik sesuai kondisi peserta.

Selain kesehatan, evaluasi juga dilakukan pada pemberian materi pendidikan.

Kegiatan diarahkan agar lebih adaptif, edukatif, dan memperhatikan kondisi psikologis peserta melalui metode pembelajaran yang membangun semangat kerja sama, problem solving, dan suasana yang lebih menggembirakan.

>>> Trump Klaim AS-Iran Bakal Bertemu di Qatar, Dibantah Teheran

Dengan demikian, peserta tetap mendapatkan esensi pendidikan yang menekankan nilai kedisiplinan dan jiwa kepemimpinan.