Taylor Parker terisak-isak dan bersikeras bahwa dirinya adalah 'orang baik' saat diinterogasi polisi atas pembunuhan Reagan Simmons-Hancock dan pencurian bayi perempuannya, Braxlynn, dari rahim korban.

Dalam video interogasi yang diperoleh TMZ, yang diambil beberapa hari setelah pembunuhan Reagan, Taylor menangis di hadapan polisi dan mengatakan dia 'tidak akan pernah memahaminya'.

>>> Ancelotti Puji Kesabaran Pemain Brasil Atasi 'Keras Kepalanya' Jepang

Penyidik meminta Taylor menjelaskan malam sebelum pembunuhan.

Taylor mengatakan Reagan tahu bahwa dia sebenarnya tidak hamil dan membantunya mencari cara agar kebohongannya tidak diketahui oleh pacarnya, Wade Griffin.

Dalam klip tersebut, Parker mengatakan dia berada di rumah Reagan saat mereka berdiskusi, dan Reagan bahkan menawarkan untuk berpura-pura menelepon dan memberi tahu Taylor bahwa dia mengalami keguguran.

>>> China Produksi Massal Dua Jet Tempur Siluman Generasi Kelima

Namun, kejadian berjalan sangat berbeda.

Jaksa menuduh Taylor membunuh Reagan yang sedang hamil lebih dari 8 bulan, dan mengeluarkan bayinya melalui operasi caesar darurat.

Jaksa mengatakan Taylor berencana untuk menganggap bayi Reagan sebagai miliknya setelah berpura-pura hamil selama berbulan-bulan. Bayi yang dicuri itu dinyatakan meninggal tidak lama setelah Taylor ditemukan polisi.

>>> Bolehkah Parfum Disemprot ke Leher? Dokter Beri Penjelasan

Taylor dinyatakan bersalah atas pembunuhan berencana dan dijatuhi hukuman mati. Ia masih menunggu tanggal eksekusi dan menjadi wanita termuda di hukuman mati di Texas.