Thailand terus memperbarui sistem keimigrasiannya. Kini, pemerintah setempat menguji coba aplikasi baru bernama Thailand Immigration Management (THIM).

Kehadiran THIM membuat banyak calon wisatawan bingung. Tidak sedikit yang mengira aplikasi ini akan menggantikan Thailand Digital Arrival Card (TDAC).

>>> Bapenda DKI Buka Gerai Samsat di PRJ, Layani Bayar PKB Bebas Sanksi

Padahal, keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Memahami perbedaan TDAC dan THIM penting sebelum berlibur ke Negeri Gajah Putih.

TDAC Tetap Wajib, THIM Hanya Pelengkap

Saat ini, TDAC masih menjadi dokumen digital yang wajib diisi oleh seluruh wisatawan asing yang masuk ke Thailand.

Baik melalui jalur udara, darat, maupun laut.

Sementara itu, THIM bukan persyaratan baru. Aplikasi ini hanya menjadi saluran alternatif yang memudahkan wisatawan mengisi data TDAC melalui ponsel.

Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) menegaskan bahwa TDAC tetap menjadi persyaratan resmi.

Wisatawan harus mengisi formulir kedatangan digital paling lambat tiga hari sebelum tiba di Thailand melalui situs resmi TDAC.

Dengan kata lain, kehadiran THIM tidak menghapus kewajiban mengisi TDAC.

Apa Itu THIM?

THIM merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Biro Imigrasi Thailand. Aplikasi ini bagian dari digitalisasi layanan keimigrasian.

Selama masa uji coba hingga peluncuran resmi pada Agustus 2026, THIM berfungsi sebagai cara praktis untuk mengakses proses pendaftaran TDAC melalui perangkat seluler.

>>> Render Galaxy Z Fold 8 dan Z Flip 8 Bocor, Tampilkan Desain Baru

Aplikasi ini memanfaatkan teknologi pembacaan paspor secara otomatis. Pengguna cukup memotret halaman identitas paspor, lalu sistem akan mengekstrak informasi secara otomatis.

Setelah itu, wisatawan tinggal melengkapi data perjalanan seperti alamat akomodasi, rincian penerbangan, dan tujuan kunjungan. Proses registrasi individu hanya memerlukan waktu sekitar tiga menit.