Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan kesiapan perusahaan untuk memenuhi rencana ekspor 10 ribu ton beras ke Singapura.

Bulog telah menyiapkan sekitar 200 ribu ton beras premium dengan spesifikasi pecahan 5 persen yang siap dikirim kapan saja.

>>> PELNI Perluas Layanan Shipping Agency, Dukung Petani Lokal Lewat Rantai Pasok Maritim

"Yang 10 ribu ton tersebut jadi kita sudah siapkan.

Kami juga sudah stok kalau enggak salah sekarang ada sekitar 200 ribu ton yang sudah standby dengan kriteria beras premium pecahan 5 persen.

Kalau sewaktu-waktu diminta cepat, kita bisa kirimkan," kata Rizal dalam konferensi pers di Gudang Bulog Kanwil DKI Jakarta, Jakarta Utara, Senin (29/6).

Kesiapan ini merupakan tindak lanjut dari penjajakan ekspor beras yang sebelumnya dibahas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu.

Selain untuk Singapura, stok beras premium tersebut juga disiapkan untuk memenuhi permintaan dari Malaysia.

"Yang 10 ribu ton tersebut jadi kita sudah siapkan bareng dengan nanti proses yang untuk 500 ribu ton pesanan dari Malaysia," ujarnya.

Menurut Rizal, tingginya produksi gabah nasional tahun ini membuat serapan beras Bulog meningkat signifikan.

Hingga akhir Juni, Bulog telah menyerap lebih dari 3,2 juta ton beras atau sekitar 80 persen dari target pengadaan sebanyak 4 juta ton.

"Serapan sampai bulan Juni ini sudah mencapai 80 persen dari total target 4 juta ton, berarti lebih dari 3,2 juta ton.

Ini masih ada enam bulan lagi ke depan.

Jadi prediksi kami serapan kami mungkin bisa di atas 4,5 (juta ton) atau bahkan sampai 5 juta ton," katanya.