Sekretaris Jenderal Partai Buruh Ferri Nuzarli bersama sekitar 1,3 juta anggota dan pengurus Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) secara massal mundur dari partai.

Ferri mengklaim ada perbedaan pandangan mengenai arah perjuangan partai.

>>> John Cena Botak Lagi demi Transplantasi Rambut Tahap Kedua

Keputusan itu diambil tak lama setelah Presiden Partai Buruh Said Iqbal masuk dalam kekuasaan sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.

Said Iqbal tidak ambil pusing dengan langkah Ferri dan para anggota lainnya. Ia menilai pengunduran diri kader dalam partai politik adalah hal lumrah.

Dikooptasi Oligarki

Co-Founder CIGDEP Cusdiawan berpendapat bahwa kegagalan Partai Buruh tidak lepas dari struktur ekonomi politik dan warisan Orde Baru.

Kaum buruh mengalami depolitisasi dan hanya menjadi subordinat dalam retorika pembangunan ekonomi negara.

Menurut Cus, buruh memiliki basis sosial yang kuat secara sosiologis, tetapi tidak menjadi kekuatan politik signifikan.

"Buruh mengalami depolitisasi, dipisahkan dari tradisi politik kelas dan hanya menjadi subordinat dalam kepentingan bisnis dan negara," katanya.

Tanpa kesadaran dan politik kelas, buruh terfragmentasi ke kantong-kantong identitas lain. Lemahnya kapasitas institusional memudahkan elite-oligarki mengkooptasi organisasi buruh.

>>> Pemerintah Jerman Berupaya Cegah Volkswagen Tutup 4 Pabrik

Cus menambahkan bahwa buruh hanya berada di pusaran kompetisi kepentingan elite-oligarki. "Di sinilah buruh tidak benar-benar menjadi subjek politik," ujarnya.

Fragmentasi Gerakan

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menyoroti fragmentasi gerakan di internal Partai Buruh yang memiliki banyak organisasi dan kelompok.

Partai yang baik harus bisa menghimpun beragam faksi agar struktur kuat.

Agung juga mengatakan mayoritas partai politik di Indonesia memiliki ceruk suara besar jika terkait identitas suku, agama, atau ras.

Sebaliknya, Partai Buruh lekat dengan kelompok profesi sehingga ceruknya mengecil.

Ia menambahkan bahwa minimnya tokoh kharismatik di Partai Buruh juga menjadi kendala. Partai membutuhkan figur kuat, namun hal itu tidak terlihat dari Partai Buruh.

>>> Pesan Kiper Orlando Gill usai Jadi Pahlawan Paraguay Singkirkan Jerman

Partai Buruh gagal lolos ke Senayan pada Pemilu 2024 dengan perolehan suara sah nasional hanya 972.910 suara atau 0,64 persen, jauh di bawah ambang batas parlemen 4 persen.