Kapten Tim Nasional Iran, Mehdi Taremi, melontarkan kritik pedas terhadap FIFA terkait penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Penyerang yang bermain di Inter Milan itu menyebut turnamen kali ini sebagai 'bencana'.

>>> Polda Metro Jaya Lawan Gugatan Roy Suryo, Tegaskan Penggeledahan Rumah Sah

Pernyataan tersebut disampaikan Taremi usai pertandingan terakhir fase grup melawan Mesir. Ia menilai FIFA gagal menyelesaikan berbagai kendala logistik yang dihadapi Iran sejak awal turnamen.

"Ini adalah Piala Dunia yang buruk, sebuah bencana.

FIFA seharusnya mampu menyelesaikan setiap persoalan yang terjadi di sini, tetapi sejak awal turnamen masalah-masalah yang kami hadapi belum juga terselesaikan," ujar Taremi.

Janji Infantino Tak Terealisasi

Taremi juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino. Menurutnya, Infantino sempat mendatangi ruang ganti Iran setelah pertandingan pertama dan berjanji membantu menyelesaikan persoalan administrasi.

Namun, hingga fase grup berakhir, sebagian staf pendukung Iran belum dapat bergabung karena terkendala penerbitan visa.

"Mr. Infantino datang ke ruang ganti kami setelah pertandingan pertama dan mengatakan, 'ini baru permulaan.'

Tetapi fase grup sudah selesai dan staf logistik kami sampai sekarang belum berada di sini karena tidak mendapatkan visa," kata Taremi.

>>> Muka Biar Cepat Putih Pakai Apa? Tips Aman dan Efektif untuk Kulit Cerah Alami

Ia mempertanyakan mengapa persoalan tersebut belum juga diselesaikan, sementara tim peserta lain dapat membawa seluruh personel pendukung mereka tanpa kendala serupa.

Jadwal Padat dan Masalah Geopolitik

Selain masalah visa, Taremi menilai jadwal pertandingan turut merugikan Iran.

Setelah menghadapi Mesir di Seattle, Amerika Serikat, skuad Iran harus segera terbang ke Tijuana, Meksiko, sehingga waktu istirahat dan pemulihan fisik menjadi terbatas.

"Kami mencintai masyarakat Meksiko dan kota Tijuana. Namun sebagai pemain profesional yang mengikuti kompetisi profesional, kondisi seperti ini tidaklah tepat.

Kami tidak punya cukup waktu untuk beristirahat maupun melakukan pemulihan. Itu tidak adil," ujarnya.

Kondisi tersebut juga dipengaruhi situasi geopolitik. Federasi Sepak Bola Iran semula merencanakan Tucson, Arizona, sebagai pusat latihan.

>>> Tren Sport Tourism Makin Naik Daun, Arjuno-Welirang Jadi Surga Baru Pecinta Trail Run

Namun, meningkatnya ketegangan diplomatik antara AS dan Iran membuat lokasi pemusatan latihan dipindahkan ke Tijuana, Meksiko, sehingga memengaruhi persiapan dan mobilitas tim sepanjang turnamen.