Pelatih Timnas Jerman Julian Nagelsmann secara terbuka mengakui bahwa tim asuhannya telah kehilangan status sebagai kekuatan sepak bola elite dunia.

Pengakuan itu muncul setelah Jerman tersingkir di babak gugur Piala Dunia 2026. Mereka kalah dramatis melalui adu penalti dari Paraguay.

>>> Saksi: Mulut Anggota DPRD Bau Alkohol Saat Intimidasi Dokter Icha

Tiga eksekutor utama Jerman, yakni Kai Havertz, Nick Woltemade, dan Jonathan Tah, gagal menjalankan tugasnya dengan sempurna.

Kekalahan ini memicu kekecewaan mendalam publik Jerman yang telah menanti laga babak gugur selama 12 tahun.

"Jika Anda tersingkir setelah fase pertama, itu tidak cukup untuk sepak bola Jerman," kata Nagelsmann dikutip dari ESPN, Selasa (30/6/2026).

"Ini adalah eliminasi ketiga berturut-turut sehingga kami bukan bagian dari tim kelas satu lagi. Saya kecewa."

Nagelsmann Tolak Mundur

Nakhoda yang mulai menjabat sejak 2023 itu kini dihujani pertanyaan kritis terkait kelayakannya memimpin tim nasional. Spekulasi pemecatan langsung mencuat dalam konferensi pers pascalaga.

Mantan pelatih Bayern Munich tersebut menyadari gelombang mosi tidak percaya dari suporter. Namun, ia secara tegas menolak anggapan akan meninggalkan tim di masa sulit.

"Jika DFB menginginkan saya, saya akan terus melanjutkan," katanya.

>>> Trump Paksa Pengusaha SPBU Segera Turunkan Harga BBM

"Saya tahu banyak orang ingin saya pergi, tetapi saya ingin terus melanjutkan jika DFB menginginkan saya. Saya akan memberikan argumen saya kepada bos saya."

Nagelsmann menyadari rapor merah performa tim asuhannya akan membuat opini publik berbalik. Ia siap menghadapi konsekuensi dan evaluasi total dari manajemen federasi.

"Jika ada survei hari ini di Jerman, orang-orang jelas tidak akan berbicara positif tentang saya," ucap Nagelsmann.

"Kami belum berbuat banyak selama turnamen ini. Saya bukan seseorang yang melarikan diri."

Kontrak kerja Nagelsmann bersama DFB masih menyisakan durasi panjang. Secara legal, ia terikat hingga akhir Piala Eropa 2028.

Kekalahan dari Paraguay memperpanjang tren buruk sepak bola Jerman dalam satu dekade terakhir. Jerman belum pernah memenangkan satu pun pertandingan babak gugur sejak juara pada 2014.

>>> Kejati Sulsel Hormati Putusan Praperadilan Bahtiar Baharuddin, Namun Tetap Lanjutkan Penyidikan

Sebelumnya, Jerman juga tersingkir di fase grup pada Piala Dunia 2018 dan 2022. Kegagalan beruntun di tiga turnamen ini mengonfirmasi krisis prestasi yang mendalam.