Keluarga dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr. Icha mengungkapkan bahwa dua dari tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU) yang diduga mengintimidasi almarhumah dalam keadaan mabuk.

Dokter Icha ditemukan meninggal gantung diri di rumahnya pada Jumat (26/6). Depresi diduga menjadi penyebab setelah ia diintimidasi oleh oknum anggota dewan.

>>> Trump Paksa Pengusaha SPBU Segera Turunkan Harga BBM

Paman sekaligus juru bicara keluarga, Fabianus Banase, mengatakan bahwa berdasarkan pemeriksaan terhadap 23 orang saksi, tercium bau alkohol dari mulut kedua anggota DPRD saat mereka berada di IGD RS Leona.

"Setelah kami telusuri, sekitar 23 orang saksi itu (sebut) ada bau miras alkohol saat mereka (anggota DPRD) masuk ke ruang IGD.

23 orang itu siap untuk menjadi saksi ketika kami lanjutkan ke laporan pidana," kata Fabianus di rumah duka di RSS Baumata, Kabupaten Kupang, Senin (29/6).

Insiden bermula ketika dua anggota DPRD TTU, Norbertus Tubani dan Therensius Lazakar, mendatangi IGD RS Leona terkait penanganan pasien anak dengan gigitan ular.

>>> Kejati Sulsel Hormati Putusan Praperadilan Bahtiar Baharuddin, Namun Tetap Lanjutkan Penyidikan

Menurut saksi, kedua anggota dewan tersebut berbau alkohol saat berbicara dengan dokter dan petugas medis.

Fabianus menambahkan, keluarga juga menerima dokumentasi berupa foto yang diambil saat kejadian berlangsung. "Saat membentak (Icha) itu bau alkohol.

Ada juga fotonya yang dikirimkan kepada kami sebagai keluarga," ujarnya.

>>> Airlangga: Insentif EV Dievaluasi, Pemerintah Siapkan Mobil Nasional

Keluarga menyayangkan tidak adanya CCTV di area IGD RS Leona Kefamenanu. Menurut Fabianus, kondisi tersebut menyulitkan proses pembuktian apabila kasus ini berlanjut ke ranah hukum.