Kesenjangan penggunaan alat kontrasepsi di Indonesia masih menjadi tantangan besar. Data terbaru menunjukkan bahwa hampir seluruh peserta keluarga berencana (KB) adalah perempuan.

Berdasarkan Pemutakhiran Pendataan Keluarga 2025, sebanyak 96,7 persen peserta KB merupakan perempuan.

>>> Paraguay Singkirkan Jerman, Presiden Pena Umumkan Dekrit Penting

Sementara itu, peserta KB pria hanya 3,14 persen menggunakan kondom dan 0,13 persen menjalani vasektomi.

Rendahnya Partisipasi Pria

Deputi Bidang Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Kemendukbangga/BKKBN, Wahidin, mengakui kesenjangan ini menjadi persoalan serius.

Ia menyampaikan hal tersebut dalam media briefing bertema 'Sinergitas Program: Melibatkan Pria dalam Kesetaraan Reproduksi' pada Selasa (30/6).

Dari sekitar 40 juta pasangan usia subur, terdapat sekitar 25 juta pengguna kontrasepsi aktif. Namun, jumlah pengguna kontrasepsi pria masih mendekati 1 juta orang.

Wahidin merinci, pengguna kondom tercatat sekitar 920 ribu orang, sedangkan peserta vasektomi sekitar 31 ribu orang. Menurutnya, rendahnya partisipasi pria bukan disebabkan satu faktor, melainkan kompleks.

>>> Lance Stephenson Beri Nasihat untuk Pemain Muda: Jangan Tiru Saya!

Keterbatasan pilihan kontrasepsi pria menjadi salah satu kendala. Saat ini, hanya ada dua pilihan: kondom dan vasektomi.

Kemendukbangga telah mendorong riset kontrasepsi pria, termasuk suntik KB untuk pria. Namun, hasilnya belum bisa diterapkan sebagai program nasional.

Wahidin menambahkan, pihaknya pernah mengadakan webinar dengan dokter dan profesor yang berpengalaman meneliti suntik KB pria. Sayangnya, hingga kini belum feasible untuk dijadikan program.

Meski demikian, ia optimistis metode kontrasepsi pria akan berkembang seiring kemajuan penelitian. Kemendukbangga kini menempatkan peningkatan partisipasi pria sebagai sasaran khusus dalam kebijakan KB.

>>> Stok Beras Melimpah, Bulog Bangun 100 Gudang Baru pada 2027

Program antarwilayah tidak harus sama, tetapi disesuaikan dengan kondisi daerah. Salah satu sasaran khusus adalah mendorong partisipasi pria lebih besar.