Istilah 'pick me' tengah viral di media sosial. Frasa ini merujuk pada seseorang yang sengaja menunjukkan perilaku berbeda demi mendapatkan perhatian atau validasi.

Perilaku pick me seringkali dilakukan dengan cara merendahkan orang lain. Tujuannya adalah untuk terlihat unik atau lebih baik di mata orang lain.

>>> Potongan Komisi 8% Hanya untuk Ojol, Taksi Online Belum Tersentuh

Apa Itu Pick Me?

Secara sederhana, pick me adalah istilah untuk orang yang berusaha keras membedakan diri dari kelompoknya. Mereka ingin dipilih atau diakui sebagai seseorang yang istimewa.

Perilaku ini didorong oleh kebutuhan akan pengakuan, rendahnya harga diri, atau internalisasi misogini. Hal ini terutama terlihat di media sosial.

Contoh umum perilaku pick me adalah seorang wanita yang mengatakan, 'Aku tidak seperti perempuan lain yang suka berdandan.'

Atau pria yang berkata, 'Aku tidak suka olahraga seperti kebanyakan pria.'

>>> Detik-detik Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara Kasus Korupsi Chromebook

Pernyataan tersebut secara tidak langsung merendahkan kelompoknya sendiri. Tujuannya adalah untuk mendapatkan pujian atau perhatian dari lawan bicara.

Dampak dan Cara Mengelola

Mengidentifikasi dan mengelola perilaku pick me penting untuk membangun interaksi sosial yang sehat. Baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Jika Anda merasa memiliki kecenderungan pick me, cobalah untuk lebih percaya diri. Anda tidak perlu merendahkan orang lain untuk diakui.

Bagi yang menghadapi perilaku pick me, berikan respons yang netral. Jangan memberikan validasi berlebihan pada perilaku tersebut.

>>> Kode Redeem FF Free Fire Hari Ini 30 Juni 2026: Masih Aktif Nih

Kesadaran akan istilah ini membantu kita lebih bijak dalam berinteraksi di media sosial. Hindari terjebak dalam kebutuhan akan validasi eksternal.