Mengeluh sebenarnya adalah hal yang sehat. Daripada dipendam, perasaan akan lebih baik jika dikeluarkan.

Namun, terlalu sering mengeluh bisa terasa menjengkelkan, apalagi jika keluhan tidak disertai solusi. Di balik kebiasaan ini, ada beberapa kepribadian yang bisa terlihat.

>>> KPK: Masih Ada Manajemen BUMN yang Belum Lapor LHKPN

1. Neurotisisme

Dalam model big five personalities, neurotisisme dikaitkan dengan emosi negatif seperti cemas, mudah frustrasi, dan sensitif terhadap stres.

Menukil laman Britannica, orang dengan kepribadian neurotisisme menganggap dunia sebagai sesuatu yang menyusahkan dan tidak aman. Mereka juga kerap merasa tidak puas, sehingga banyak mengeluh.

2. Fokus pada Hal Negatif

Seorang neurotik umumnya lebih fokus pada hal-hal negatif. Orang yang sering mengeluh biasanya adalah seorang neurotik.

Mengutip Sage Journal, studi Roy Baumeister menyebut otak manusia lebih peka terhadap ancaman dan pengalaman negatif. Fenomena ini disebut negativity bias.

>>> Selisih Umur Hessel Steven dan Sandy Siapa? Inilah Biodata Aktor yang Resmi Bertunangan

Menukil Verywell Mind, negativity bias membuat orang lebih mudah memperhatikan kesalahan dan masalah, alih-alih hal yang berjalan baik.

3. Perfeksionis

Orang perfeksionis sering mengeluh karena standar mereka yang kaku. Standar ini memicu perasaan tidak sempurna.

Menukil American Psychological Association (APA), perfeksionis selalu fokus pada kekurangan dan kesalahan kecil. Akibatnya, mereka mudah merasa tidak puas dan sering mengeluh.

Mereka juga sering merasa frustrasi, cemas, dan menunda-nunda karena takut hasil yang tidak sempurna.

>>> Persija Selangkah Lagi Dapatkan Gelandang Timnas Bosnia, Nilai Transfer Tembus Rp5,1 Miliar

Meski begitu, tidak ada patokan pasti soal kepribadian dari kebiasaan mengeluh. Namun, kebiasaan ini sering kali memiliki kecenderungan psikologis tertentu.