Suntik KB 3 bulan menjadi salah satu metode kontrasepsi yang efektif mencegah kehamilan. Tingkat keberhasilannya mencapai 97 persen jika pengguna tidak terlambat menjalani jadwal penyuntikan.

Metode ini menggunakan hormon tunggal DMPA (Depo-Provera) atau medroxyprogesterone acetate dengan dosis 150 mg. Suntikan diberikan setiap 12 minggu sekali.

in1

>>> Film Tunggu Aku Sukses Nanti Tembus 1,1 Juta Penonton saat Lebaran

Cara Kerja Suntik KB 3 Bulan

Kementerian Kesehatan RI melalui Buku Pedoman Pelayanan Kontrasepsi dan Keluarga Berencana menjelaskan empat mekanisme kerja suntik KB ini.

Pertama, menekan ovulasi agar sel telur tidak lepas dari ovarium. Kedua, mengentalkan lendir serviks sehingga mengganggu penetrasi sperma.

Ketiga, mengubah endometrium sehingga implantasi terhambat. Keempat, menghalangi transportasi gamet oleh tuba.

Aturan Sebelum Berhubungan Intim

Perlindungan langsung aktif jika suntikan pertama diberikan dalam 7 hari pertama sejak hari pertama menstruasi. Jika diberikan setelah lewat 7 hari, sistem kontrasepsi belum langsung bekerja.

Pada kondisi tersebut, perempuan disarankan menggunakan alat pengaman tambahan seperti kondom selama 7 hari pertama setelah suntik. Hal ini untuk menghindari risiko kehamilan.

>>> Garena Rilis Kode Redeem FF 13 Mei 2026 dan Voucher Diskon Diamond

Menurut pakar John P.

Cunha, DO, FACOEP, kemungkinan berhubungan intim tanpa pengaman setelah suntik KB tergantung pada siklus menstruasi dan waktu penyuntikan.

Siapa yang Tidak Boleh Menggunakan?

Metode ini tidak aman untuk semua perempuan. Mayo Clinic mengingatkan beberapa kondisi klinis yang melarang penggunaan suntik KB 3 bulan.

Kondisi tersebut meliputi perdarahan vagina tanpa sebab jelas, kanker payudara, penyakit hati, dan alergi DMPA. Perempuan dengan faktor risiko osteoporosis, riwayat serangan jantung, atau stroke juga tidak direkomendasikan.

Suntik KB 3 bulan hanya mencegah kehamilan, tidak melindungi dari infeksi menular seksual seperti HIV atau klamidia. Pasangan tetap dianjurkan menggunakan kondom untuk mengurangi risiko infeksi.

>>> Menkeu Purbaya: Kepercayaan Pemerintah China terhadap Indonesia Tetap Terjaga

Konsultasi dengan dokter spesialis sangat disarankan sebelum memilih metode kontrasepsi ini. Hal ini penting untuk memahami kelebihan, efektivitas, dan efek sampingnya.