Suntik KB 3 bulan menjadi pilihan kontrasepsi populer karena efektivitasnya yang tinggi. Metode ini bekerja dengan menyuntikkan hormon DMPA (Depo-Provera) sebanyak 150 mg setiap 12 minggu sekali.

Menurut Pedoman Pelayanan Kontrasepsi dan Keluarga Berencana dari Kemenkes RI, hormon ini menekan ovulasi, mengentalkan lendir serviks, dan mengubah endometrium sehingga implantasi terganggu.

>>> Cara Ajukan GoPay Pinjam Secara Online dan Syarat Lengkapnya

Efektivitasnya mencapai 97 persen jika jadwal suntik tidak terlewat.

Namun, pasangan suami istri tidak boleh langsung berhubungan intim tanpa pengaman setelah suntikan pertama. Waktu aman tergantung pada siklus menstruasi dan kapan suntikan diberikan.

Kapan Boleh Berhubungan Intim?

Jika suntikan pertama diberikan dalam 7 hari pertama setelah menstruasi dimulai, tubuh langsung terlindungi. Pasangan bisa berhubungan intim tanpa kondom.

Sebaliknya, jika suntikan diberikan lebih dari 7 hari sejak hari pertama haid, kontrasepsi belum mampu mencegah ovulasi secara langsung.

Disarankan menggunakan kondom selama 7 hari pertama setelah penyuntikan.

>>> Telkom Indonesia Terbitkan Laporan Keberlanjutan 2025, Perkuat ESG

Pakar John P. Cunha dari EMedicine Health menegaskan bahwa perlindungan penuh bergantung pada waktu penyuntikan.

Konsultasi dengan dokter tetap dianjurkan.

Suntik KB 3 bulan tidak cocok untuk semua wanita.

Menurut Mayo Clinic, kondisi seperti perdarahan vagina tanpa sebab, penyakit hati, kanker payudara, alergi DMPA, osteoporosis, atau riwayat serangan jantung dan stroke menjadi kontraindikasi.

>>> Italia Cetak Rekor di QS World University Rankings 2027, 26 Universitas Naik Peringkat

Metode ini juga tidak melindungi dari infeksi menular seksual seperti klamidia dan HIV. Penggunaan kondom tetap disarankan untuk perlindungan ganda.