Persiapan menghadapi lawan di babak grup Piala Dunia bisa dilakukan berbulan-bulan. Namun, saat memasuki babak gugur, waktu yang tersedia hanya hitungan hari.

Bob Bradley, mantan pelatih timnas Amerika Serikat dan Mesir yang kini menjadi analis sepak bola FOX Sports, menjelaskan tantangan tersebut.

>>> Paraguay Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lawan Selanjutnya?

"Faktanya, di Piala Dunia ini dengan format baru dan adanya delapan tim peringkat ketiga, segalanya menjadi lebih sulit karena Anda tidak tahu pasti siapa yang akan dihadapi," ujarnya.

Sebagai contoh, laga Kanada vs Afrika Selatan pada babak 32 besar baru resmi pada Rabu malam, 24 Juni, hanya tiga hari sebelum kickoff.

Meski Kanada menang dramatis, persiapan mereka tidak mudah.

Pertandingan Jerman vs Paraguay (Senin) dan Norwegia vs Pantai Gading (Selasa) baru dipastikan pada Jumat. Sementara Meksiko vs Ekuador (Selasa) baru resmi pada Sabtu.

Peran Analis dan Pramuka

Bradley mengungkapkan bahwa tim mengandalkan persiapan yang sudah dilakukan jauh sebelum turnamen. "Analis tim pasti sudah melakukan banyak pekerjaan sebelum Piala Dunia.

Mereka akan menonton berbagai pertandingan dan mempersempit calon lawan," katanya.

"Mungkin jika ada kejutan besar, Anda bisa sedikit ketinggalan, tetapi tim sudah menyiapkan banyak waktu sebelum Piala Dunia.

Saat staf pelatih fokus pada pertandingan berikutnya, beberapa analis dan pramuka fokus penuh pada lawan," lanjut Bradley.

>>> Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polri Bedah 80 Rumah Layak Huni

Bradley memahami situasi ini dari pengalamannya bersama AS di Piala Dunia 2010.

Saat itu, AS memiliki jeda enam dan lima hari antara pertandingan melawan Inggris, Slovenia, dan Aljazair, tetapi hanya tiga hari sebelum melawan Ghana.