Maroko kembali mencuri perhatian di Piala Dunia 2026.

Pada laga 32 besar, mereka mengalahkan Belanda lewat adu penalti dengan skor 3-2 di Boston, Amerika Serikat, Selasa (30/6).

>>> Jadwal Siaran Langsung Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia 2026

Kemenangan ini membuat tim berjuluk Singa Atlas itu lolos ke babak 16 besar. Mereka akan menghadapi Kanada pada babak selanjutnya.

Pencapaian ini bukan yang pertama. Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Maroko juga tampil mengejutkan dengan mengalahkan Portugal dan Spanyol.

Sejarah Penjajahan Maroko

Maroko pernah dijajah oleh dua negara Eropa: Spanyol dan Prancis. Spanyol tiba pertama kali pada 1884, disusul Prancis pada 1912.

Keduanya mendirikan protektorat di wilayah tersebut.

Pada awal abad ke-20, ambisi imperialis kedua negara terfokus pada Maroko. Setelah manuver diplomatik dan tekanan militer, dua perjanjian ditandatangani untuk menguasai negara di barat laut Afrika itu.

Perjanjian Fez pada 30 Maret 1912 menetapkan protektorat Prancis atas sebagian besar wilayah Maroko.

>>> Apa Akun Instagram Chelsa Ragil? Sosok Wanita yang Diduga jadi Selingkuhan Diska Resha Putra Suami Selebgram Sarah Gibson, Benarkah Terlibat Penipuan?

Kemudian, perjanjian Prancis-Spanyol pada 27 November 1912 menciptakan protektorat Spanyol di zona utara dan selatan.

Di bawah kendali Prancis, Maroko mengalami transformasi infrastruktur seperti jalan raya, jalur kereta api, dan pelabuhan. Prancis juga memperluas operasi pertambangan fosfat dan pertanian berorientasi ekspor.

Namun, pemerintahan Prancis menghadapi perlawanan, termasuk Perang Zaian (1914-1921) dan Perang Rif (1921-1926). Sementara itu, protektorat Spanyol menghadapi perlawanan lebih signifikan, terutama Perang Rif yang dipimpin Abd el-Krim.

Kemerdekaan Maroko lahir dari aliansi antara monarki tradisional dan gerakan nasionalis modern, yang disebut sebagai 'Revolusi Raja dan Rakyat'.

Warisan penjajahan masih terlihat dalam budaya, bahasa, dan arsitektur Maroko. Banyak warga Maroko kini bekerja di Spanyol atau Prancis karena kedekatan geografis dan ikatan sejarah.

Menurut Institute of New Europe, antara 2014 dan 2023, warga Maroko mengajukan 4,8 juta permohonan visa Schengen.

>>> Miroslav Koubek Mundur dari Kursi Pelatih Ceko Usai Gagal Total di Piala Dunia 2026

Prancis dan Spanyol memproses 85% dari permohonan tersebut.