Sebuah buku seni baru mengungkap bahwa versi awal serial Andor memiliki premis yang sangat berbeda dari yang akhirnya ditayangkan.

The Art of Star Wars: Andor, sebuah buku meja kopi, memuat pitch orisinal dari Jared Bush, sutradara Zootopia yang awalnya menggarap proyek tersebut pada 2018.

>>> CD Projekt Red Konfirmasi Legenda Cyberpunk di Edgerunners Season 2, Bocoran Ungkap Rahasia Keluarga

Dalam pitch tersebut, cerita berpusat pada upaya Cassian Andor untuk membersihkan namanya setelah dituduh sebagai mata-mata Imperial.

“Pemberontakan yang baru lahir mengalami kemunduran besar ketika mata-mata Imperial yang bersembunyi di dalam barisannya menghancurkan sejumlah pangkalan,” demikian bunyi sinopsis dari buku tersebut.

“Cassian Andor, seorang agen intelijen muda, adalah salah satu dari sedikit yang selamat, namun justru dituduh sebagai mata-mata itu sendiri.”

Untuk membersihkan namanya dan menemukan mata-mata sebenarnya, Cassian harus menyusup ke sebuah planet Imperial yang menyimpan kunci identitas pengkhianat.

>>> CD Projekt Red Konfirmasi Legenda Cyberpunk di Edgerunners Season 2, Bocoran Ungkap Rahasia Keluarga

Konsep ini mempertahankan elemen spionase, namun jauh berbeda dari versi yang kemudian dikembangkan oleh Tony Gilroy.

Gilroy mengubah Andor menjadi kisah tentang penindasan politik dan perlawanan yang mencerminkan peristiwa dunia nyata.

Serial dua musim yang tayang dari 2022 hingga 2025 itu dianggap sebagai salah satu puncak era Disney untuk Star Wars.

>>> Sutan Takdir Alisjahbana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Andor kini tersedia penuh di Disney Plus.