Banyak orang mengira kanker mulut hanya menyerang perokok berat. Padahal, ada sejumlah kebiasaan sehari-hari yang kerap dilakukan tanpa disadari dan bisa meningkatkan risiko penyakit ini.

Kanker mulut adalah pertumbuhan sel abnormal di rongga mulut, termasuk bibir, gusi, lidah, lapisan dalam pipi, langit-langit mulut, hingga dasar mulut.

>>> Kapolda Jabar Rudi Setiawan Resmi Naik Pangkat Jadi Komjen

Gejalanya meliputi luka yang tak kunjung sembuh, bercak putih atau kemerahan, benjolan, dan gigi tiba-tiba goyang.

Kebiasaan Sehari-hari yang Perlu Diwaspadai

Berikut lima kebiasaan yang sebaiknya mulai dihindari untuk menurunkan risiko kanker mulut.

1. Merokok.

Merokok masih menjadi faktor risiko utama. Ahli gizi Brannon Blount menjelaskan bahwa zat karsinogen dalam tembakau merusak sel-sel mulut dan tenggorokan.

Perokok memiliki risiko enam kali lebih tinggi terkena kanker mulut dibandingkan non-perokok. Tembakau tanpa asap juga berkontribusi.

2. Mengonsumsi alkohol.

Alkohol dapat merusak lapisan pelindung mukosa mulut, membuat jaringan lebih rentan terhadap karsinogen.

Studi US Public Health Service 2024 menunjukkan konsumsi satu minuman alkohol per hari meningkatkan risiko kanker mulut hingga 40 persen.

3. Seks oral tanpa perlindungan.

>>> Hakim: Kerugian Negara Kasus Chromebook yang Jerat Nadiem Rp1,5 T

Infeksi HPV menjadi faktor risiko kanker mulut dan orofaring. HPV ditemukan pada sekitar 60 persen kasus kanker orofaring.

Risiko bisa ditekan dengan praktik seks aman, vaksinasi HPV, dan pemeriksaan rutin.

4. Malas menjaga kebersihan gigi dan mulut.

Menyikat gigi rutin, menggunakan benang gigi, dan periksa ke dokter gigi secara berkala membantu mendeteksi luka atau perubahan jaringan sejak dini.

Kebersihan mulut yang baik dikaitkan dengan penurunan risiko kanker mulut.

5. Kurang mengonsumsi buah dan sayur.

Pola makan rendah buah dan sayur meningkatkan risiko berbagai kanker, termasuk kanker mulut. Buah dan sayur mengandung vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang melindungi sel tubuh.

Selain menghindari kebiasaan di atas, segera periksakan diri ke dokter jika mengalami luka mulut yang tak sembuh, benjolan, atau bercak putih/kemerahan yang menetap lebih dari dua minggu.

>>> Resmi Perpanjang Kontrak, Eksel Runtukahu Target Juara Bersama Persija

Deteksi dini meningkatkan peluang kesembuhan.