PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menyambut positif kebijakan pemerintah melalui Kementerian Keuangan yang menempatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sektor perbankan.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menilai kebijakan ini dapat memperkuat likuiditas industri perbankan dan meningkatkan kapasitas pembiayaan bagi sektor produktif.

>>> BGN Temui Amran, Minta Pasokan Telur dan Sayur untuk Dapur MBG di Timur RI

Menurut Anggoro, stabilitas ekonomi tidak hanya ditopang oleh kebijakan fiskal yang kuat, tetapi juga sinergi antara pemerintah dan perbankan.

"Di sinilah kolaborasi pemerintah dan industri perbankan menjadi penting, yakni menjaga likuiditas, memperkuat kepercayaan pasar, dan memastikan aliran dana tetap mendukung aktivitas ekonomi, dunia usaha, serta pembangunan nasional," ujar Anggoro.

Sebagai anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), BSI menyatakan siap mendukung kebijakan tersebut melalui layanan keuangan syariah yang inklusif.

Anggoro menambahkan, kepercayaan pemerintah akan dimanfaatkan untuk memperluas pembiayaan produktif agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha.

Penempatan SAL juga dinilai membantu menekan biaya dana (cost of fund) sehingga bank memiliki ruang menjaga pembiayaan tetap kompetitif.

Dengan demikian, masyarakat dan pelaku UMKM diharapkan memperoleh akses pembiayaan yang lebih terjangkau.

>>> Survei: 15% Gen Z Bawa Orang Tua saat Wawancara Kerja, Bahkan Bantu Nego Gaji

Di sisi lain, BSI terus memperkuat fundamental pendanaan melalui peningkatan dana murah (CASA) yang ditopang Tabungan Haji, pengembangan ekosistem syariah, dan akselerasi layanan digital.

Hingga April 2026, BSI mencatat Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp382 triliun atau tumbuh 17,9 persen secara tahunan (year on year).

Pertumbuhan tabungan tercatat sebesar 22,02 persen menjadi Rp165 triliun, sehingga rasio dana murah (CASA) mencapai 63,48 persen.

Pada periode yang sama, penyaluran pembiayaan meningkat 15,59 persen menjadi Rp332 triliun.

Kualitas aset tetap terjaga dengan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) gross membaik menjadi 1,80 persen.

>>> BEI Ingatkan Investor Jangan Sekadar Ikut Tren, FOMO Hambat Pendalaman Pasar

Sebagai mitra strategis pemerintah, BSI juga terus mendukung program prioritas nasional seperti pembiayaan UMKM, KUR, koperasi, Program Makan Bergizi Gratis, dan pembiayaan rumah bersubsidi.