PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyambut baik rencana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang akan mengembalikan dana penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke himpunan bank milik negara (Himbara).

Langkah ini bertujuan memperkuat likuiditas perbankan sehingga kapasitas pembiayaan ke sektor produktif meningkat dan berdampak pada ekonomi nasional.

>>> Sequis Life Relokasi Kantor Pemasaran di Bekasi, Targetkan Pertumbuhan Premi

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menyatakan bahwa BSI akan mengoptimalkan penyaluran pembiayaan ke sektor produktif melalui layanan keuangan syariah yang inklusif.

"Kami mengapresiasi kepercayaan Pemerintah kepada BSI.

Amanah ini kami optimalkan untuk memperkuat pembiayaan produktif sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha," ujar Anggoro dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Hingga April 2026, realisasi penyaluran pembiayaan BSI mencapai Rp332 triliun atau tumbuh 15,59 persen dengan kualitas aset tetap terjaga.

Rasio NPF gross tercatat membaik di level 1,80 persen.

Menurut Anggoro, penempatan SAL juga membantu menurunkan biaya dana (cost of fund), sehingga bank memiliki ruang menjaga pembiayaan tetap kompetitif.

>>> Kontroversi Usulan Rokok Murah: Picu Downtrading dan Ancam Penerimaan Negara

Dampaknya, masyarakat dan UMKM memperoleh akses pembiayaan yang lebih terjangkau.

Di tengah dukungan tersebut, BSI tetap menjaga fundamental pendanaan melalui penguatan dana murah (CASA) yang ditopang Tabungan Haji, pengembangan Islamic ecosystem, dan akselerasi layanan digital.

Perseroan juga terus memperluas pembiayaan pada segmen ritel, UMKM, dan konsumer, serta memperkuat pendapatan berbasis komisi melalui bisnis emas sebagai bank syariah pertama yang memiliki izin bullion.

BSI mencatat Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp382 triliun atau tumbuh 17,90 persen year on year.

Tabungan meningkat 22,02 persen menjadi Rp165 triliun, sehingga rasio CASA mencapai 63,48 persen.

Sebagai mitra strategis pemerintah, BSI terus mendukung program prioritas nasional, mulai dari pembiayaan UMKM, KUR, koperasi, Program Makan Bergizi Gratis, hingga pembiayaan rumah bersubsidi.

>>> V BTS Pamer Dada di Fashion Show CELINE, ARMY Histeris

Dana SAL yang akan ditempatkan mencapai Rp400 triliun dan didistribusikan kepada lima bank BUMN, yaitu BRI, Bank Mandiri, BNI, BTN, dan BSI.