Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang menemui Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kantor Kementan, Jakarta, Selasa (30/6).

Pertemuan itu membahas penguatan pasokan bahan baku pangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama di wilayah Indonesia Timur.

>>> Survei: 15% Gen Z Bawa Orang Tua saat Wawancara Kerja, Bahkan Bantu Nego Gaji

Wilayah tersebut masih mengalami keterbatasan pasokan telur, sayur, dan komoditas pangan lainnya.

Peningkatan Frekuensi Menu Telur

Selain pasokan, dibahas pula peningkatan penyerapan telur produksi peternak melalui penambahan frekuensi menu telur dalam MBG.

Amran meminta agar konsumsi telur ditingkatkan dari satu kali menjadi tiga kali seminggu. "Insya Allah harga telur naik," ujarnya usai pertemuan.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Kepala BGN Trenggono. Sementara Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari berhalangan hadir karena tugas lain.

Dalam unggahan resmi BGN di Instagram, pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam itu membahas penguatan ketersediaan bahan baku pangan bagi SPPG.

Koordinasi tersebut merupakan bagian dari penataan tata kelola MBG sejak pergantian kepemimpinan BGN.

Langkah itu sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang kewajiban pemenuhan pasokan bahan baku pangan lokal bagi setiap SPPG.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah kondisi di sejumlah wilayah Indonesia Timur, terutama Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

>>> BEI Ingatkan Investor Jangan Sekadar Ikut Tren, FOMO Hambat Pendalaman Pasar

Produksi pangan lokal di sana belum mampu memenuhi kebutuhan SPPG.

Akibatnya, berbagai bahan baku seperti sayur, telur, dan daging ayam masih harus didatangkan dari Pulau Jawa dan Sulawesi.