Kondisi itu berisiko menurunkan kualitas kesegaran bahan pangan saat tiba di dapur MBG.

Menanggapi hal itu, Amran mengatakan pihaknya akan berkolaborasi dengan BGN untuk memastikan kebutuhan bahan baku terpenuhi.

Menurut BGN, Amran mendukung penguatan rantai pasok bahan baku pangan lokal. Kementan juga berkomitmen melanjutkan sinergi dengan BGN dalam mendukung pelaksanaan MBG.

Ke depan, BGN dan Kementan akan menindaklanjuti hasil koordinasi itu melalui langkah konkret untuk memastikan ketersediaan bahan baku pangan yang segar, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh dapur MBG di Indonesia.

Sebelumnya, Kementan telah menjadikan peningkatan konsumsi telur melalui MBG sebagai langkah melindungi peternak ayam petelur.

Amran menetapkan kebijakan agar frekuensi penyajian menu telur ditingkatkan dari satu kali menjadi tiga kali sepekan.

>>> DEN Minta Persetujuan Blending Batu Bara Tak Hambat Pasokan PLTU

Kebijakan itu merupakan bagian dari paket langkah pemerintah untuk menjaga harga telur di tingkat peternak tetap di atas Harga Acuan Pembelian (HAP) Rp26.500 per kilogram.