Penyerang tim nasional Brasil, Matheus Cunha, mengungkapkan alasan di balik aksinya mengejek bintang muda Jepang, Kento Shiogai, dengan gesture lima jari dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Sindiran tersebut dilayangkan Cunha menyusul komentar Shiogai yang dinilai meremehkan tim Selecao.

>>> Ekonom: Suntikan Dana SAL Rp381 Triliun ke Himbara untuk Jaga Likuiditas

Brasil sukses memetik kemenangan dramatis 2-1 atas Jepang dan lolos ke babak 16 besar. Namun, tensi pertandingan sudah memanas bahkan sebelum peluit dibunyikan.

Komentar Shiogai Picu Emosi

Shiogai, pemain berusia 21 tahun yang sempat tampil dari bangku cadangan untuk Samurai Blue di fase grup, menyebut bahwa kekuatan Brasil saat ini sudah tidak lagi menakutkan seperti dahulu kala.

"Brasil dulunya adalah tim raksasa, tapi bagaimana dengan sekarang? Saya tidak banyak mendengar tentang mereka belakangan ini.

Saya pikir hanya Prancis dan Argentina yang kuat," ujar Shiogai menjelang laga mengutip Sportskeeda.

Pernyataan tersebut lantas menyulut emosi para penggawa Brasil. Saat pertandingan berlangsung, Cunha yang turun sebagai starter terlihat mengacungkan lima jari tangannya ke arah Shiogai.

Lima jari tersebut merujuk pada rekor lima trofi Piala Dunia yang dimiliki Brasil (1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002).

Cunha juga sembari memperlihatkan gesture meminta lawan untuk 'tenang'.

Usai laga, penyerang yang kini membela klub Manchester United (MU) tersebut menegaskan bahwa aksinya murni dilakukan demi membela kehormatan negaranya yang telah dilecehkan.

>>> Drone dan Rudal Rusia Serang Ukraina, 8 Tewas dan 34 Luka

"Saya tidak punya masalah apa pun dengan Jepang, mereka tim yang hebat. Tetapi dia (Shiogai) mengatakan beberapa hal tentang Brasil yang tidak bisa kami terima.