Kadar glukosa darah yang tidak terkontrol dengan baik dapat memperparah komplikasi pada berbagai bagian tubuh, termasuk rongga mulut.

Kondisi ini diperberat oleh penurunan daya tahan tubuh pengidap diabetes terhadap serangan infeksi.

>>> PT Timah Jajaki Kerja Sama dengan Yunnan Tin untuk Tingkatkan Cadangan

Penyakit gusi menjadi masalah mulut yang paling sering ditemukan dan bersifat serius pada penderita diabetes. Gangguan ini dapat berkembang bertahap dari peradangan hingga menyebabkan kehilangan gigi.

Tahap awal penyakit gusi ditandai dengan radang gusi atau gingivitis, yaitu peradangan ringan pada jaringan lunak di sekitar gigi.

Kondisi ini muncul akibat penumpukan plak dan karang gigi yang mengiritasi garis gusi, sehingga gusi menjadi merah, bengkak, dan mudah berdarah.

Jika dibiarkan tanpa penanganan, gingivitis dapat memburuk menjadi periodontitis yang merupakan infeksi pada gusi dan tulang penyangga gigi.

Kantung infeksi akan terbentuk akibat gusi yang menjauh dari gigi, di mana bakteri dan respons imun tubuh mulai merusak jaringan penyangga hingga menyebabkan gigi longgar atau harus dicabut.

Gejala Tambahan di Rongga Mulut

Selain memicu kerusakan gusi, penyakit diabetes juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan gigi dan mulut lainnya.

Beberapa gejala yang dapat muncul meliputi mulut kering akibat kurangnya produksi air liur yang memicu luka serta sariawan.

Sariawan (thrush) berupa infeksi jamur yang menimbulkan bercak putih nyeri. Burning mouth syndrome memberikan sensasi terbakar pada mulut akibat glukosa darah tidak teratur.

Gangguan rasa yang mengubah kemampuan lidah dalam mengecap makanan dan minuman. Gigi berlubang atau karies akibat akumulasi plak dan kebiasaan mengonsumsi camilan manis.

>>> Kurs Rupiah 12 Juni 2026 Menguat ke Rp 17.860 per Dolar AS