Generasi Terbaru Mazda MX-5 Bisa Jadi yang Terakhir Bermesin Bensin
Mazda memberikan sinyal bahwa generasi terbaru MX-5 kemungkinan akan menjadi model terakhir yang menggunakan mesin bensin.
Hal ini disampaikan oleh bos Mazda Australia, Vinesh Bhindi, yang mengaku mendapat informasi dari eksekutif Mazda yang berkunjung.
>>> Bos Honda Sebut Kesepakatan dengan Nissan Sudah Dekat
Bhindi mengatakan kepada Car Expert Australia bahwa eksekutif tersebut mengonfirmasi kehadiran MX-5 baru, meskipun belum ada kepastian waktu peluncurannya.
“Dia juga mengisyaratkan bahwa ini mungkin menjadi versi ICE (internal combustion engine) terakhir,” ujar Bhindi.
Generasi ND saat ini sudah memasuki tahun ke-12 produksi. Sebelumnya, para petinggi Mazda mengakui bahwa MX-5 berikutnya masih membutuhkan waktu beberapa tahun lagi.
Mengingat siklus generasi sebelumnya yang panjang, penerus ND bisa tetap menggunakan mesin bensin hingga awal 2030-an.
Prioritas Desain: Ringan, Kompak, dan Bertenaga Alami
Kabar baiknya, Mazda tidak berniat mengubah karakter Miata selama masih menggunakan bahan bakar bensin.
Para eksekutif menekankan bahwa prioritas utama tetap pada bobot ringan, desain kompak, dan mesin naturally aspirated. Yang terpenting, opsi transmisi manual tetap dipertahankan.
Laporan menyebutkan bahwa MX-5 generasi baru bisa menggunakan mesin Skyactiv-Z 2,5 liter naturally aspirated, menggantikan mesin 2,0 liter saat ini.
>>> Alpine dan Lacoste Ciptakan Mobil Rally dengan Ekor Buaya
Kemungkinan juga akan ditambahkan mild hybrid untuk memenuhi regulasi emisi tanpa menambah bobot secara signifikan.
Target bobot yang ambisius adalah di bawah 1.000 kg.
Jika tercapai, ini akan menjadi pencapaian luar biasa di dunia sports car, mengingat standar keselamatan modern dan kemungkinan adanya komponen hybrid.
Namun, masa depan listrik tampaknya tak terhindarkan.
Jika generasi setelah ini hadir pada pertengahan 2030-an, MX-5 sepenuhnya listrik mungkin menjadi keharusan akibat regulasi CO2 di pasar utama seperti Eropa.
Teknologi baterai diperkirakan akan lebih maju, tetapi menciptakan karakter ringan dan lincah yang legendaris bukanlah perkara mudah.
Sementara itu, MX-5 di pasar domestik Jepang menjadi lebih senyap. Regulasi kebisingan yang lebih ketat memaksa Mazda meredam suara knalpot.
>>> SUV Flagship Jeep untuk Eropa Diproduksi di China, Bukan Amerika
Pembaruan terbaru di Jepang meliputi ban yang lebih senyap dan knalpot yang lebih besar, yang bahkan mengurangi ruang bagasi pada varian RF hardtop.
Update Terbaru
Maxwell Resmi Tinggalkan Indonesia, Eks Striker Persija Tidak Gabung Persib Bandung
Selasa / 30-06-2026, 21:22 WIB
Jakarta X Beauty 2026 Digelar 2-5 Juli, Dukung Brand Lokal
Selasa / 30-06-2026, 21:21 WIB
Matheus Cunha Ungkap Alasan Sindir Pemain Jepang dengan Gestur 5 Jari
Selasa / 30-06-2026, 21:21 WIB
Ekonom: Suntikan Dana SAL Rp381 Triliun ke Himbara untuk Jaga Likuiditas
Selasa / 30-06-2026, 21:21 WIB
Drone dan Rudal Rusia Serang Ukraina, 8 Tewas dan 34 Luka
Selasa / 30-06-2026, 21:21 WIB
Nusuk Travel Perluas Layanan Haji dan Umrah, Targetkan Lonjakan Jemaah
Selasa / 30-06-2026, 21:21 WIB
IKI Juni 2026 Tetap Ekspansi, Kemenperin Sebut Industri Manufaktur Masih Tangguh
Selasa / 30-06-2026, 21:21 WIB
Dua Kapolda Berpangkat Komjen Saat Ini: Jabar dan Metro Jaya
Selasa / 30-06-2026, 21:20 WIB
PDIP: Safari Politik Jokowi untuk Gibran, Bukan Prabowo
Selasa / 30-06-2026, 21:19 WIB
PLN EPI Kelola 460 Kg Sampah Terpilah hingga Mei 2026, Perkuat Budaya Zero Waste
Selasa / 30-06-2026, 21:19 WIB
Resmi Gabung Persija Jakarta, Aqil Savik: Tujuan yang Tepat!
Selasa / 30-06-2026, 21:15 WIB
Ford Tarik 741.000 SUV dan Pikap karena Risiko Transmisi, 36.000 Bronco Raptor Bermasalah
Selasa / 30-06-2026, 21:15 WIB
Penghasilan Rp1,5 Miliar per Bulan dari OnlyFans, Model Ini Peringatkan Wanita Lain
Selasa / 30-06-2026, 21:14 WIB
LPDB Koperasi Tegaskan Pengajuan Dana Bergulir Gratis, Waspada Penipuan
Selasa / 30-06-2026, 21:14 WIB






