Kanker mulut selama ini identik dengan kebiasaan merokok atau konsumsi alkohol. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa faktor risiko penyakit ini juga bisa berasal dari makanan sehari-hari.

Mengutip Eating Well, beberapa jenis makanan umum yang sering dikonsumsi ternyata berperan besar dalam meningkatkan risiko kanker mulut.

>>> Samsung Suntik Dana 175 Juta Dolar AS ke Element Biosciences

Makanan ultra-proses yang mengandung bahan pengawet, pemanis buatan, dan garam tinggi dapat memicu peradangan kronis.

Kondisi tersebut diyakini dapat meningkatkan risiko pertumbuhan sel abnormal, termasuk di area mulut.

Daging Olahan dan Risiko Kanker Mulut

Kelly F. Moyer, M.

D.

, ahli THT dari Universitas Maryland, mengatakan bahwa makanan yang memicu peradangan dan berisiko terhadap kanker mulut adalah daging olahan seperti bacon, daging deli, hot dog, dan sosis.

Alessandro Villa, D. D.

S. , Ph.

D. , M.

P.

H., Kepala Bagian Kedokteran Mulut di Herbert Wertheim Cancer Institute, menambahkan bahwa daging olahan telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker rongga mulut dan orofaring.

Badan Internasional untuk Penelitian Kanker mengklasifikasikan daging olahan sebagai karsinogen Grup 1. Daging olahan sering mengandung nitrat dan nitrit yang dapat membentuk senyawa N-nitroso karsinogenik.

>>> AS Masukkan BYD dan Perusahaan China ke Daftar Hitam karena Tuduhan Dukung Militer

Ahli diet onkologi Tejal Parekh menjelaskan bahwa nitrat dan nitrit adalah pengawet kimia yang ditambahkan untuk mengawetkan daging.

Penelitian secara konsisten menghubungkan konsumsi nitrat dan nitrit dengan berbagai jenis kanker.

Cara Memasak dan Peradangan Kronis

Memasak daging dengan suhu tinggi, seperti memanggang atau membakar, juga meningkatkan risiko kanker.

Proses ini menghasilkan zat kimia bernama hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) dan amina aromatik heterosiklik (HAA) yang dapat merusak DNA.