Pemerintah belum akan merealisasikan insentif kendaraan listrik (EV) dalam waktu dekat. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan tersebut masih dievaluasi.

"Nanti masih dievaluasi, terutama kami sedang mempersiapkan mobil nasional," ujar Airlangga di Jakarta, Selasa (30/6).

>>> Magis Carlo Ancelotti: Ketenangan Selamatkan Brasil dari Aib di Piala Dunia 2026

Pernyataan itu menegaskan pergeseran fokus pemerintah dari insentif EV ke program mobil nasional. Program ini merupakan salah satu target ambisius yang pernah diungkap Presiden Prabowo Subianto.

Rencana insentif EV sebelumnya dijadwalkan berlaku pada Juni, lalu ditunda ke Juli, dan kini kabarnya diundur lagi ke Agustus.

Airlangga tidak menjelaskan lebih lanjut alasan penundaan tersebut.

Skema Insentif yang Direncanakan

Rencana insentif telah diungkap sejak Mei 2026.

Kementerian Keuangan saat itu menyiapkan insentif untuk 200 ribu kendaraan listrik, terdiri dari 100 ribu mobil listrik dan 100 ribu sepeda motor listrik.

>>> Kluivert Ayah-Anak Rasakan Kekalahan Adu Penalti di Piala Dunia

Pemerintah juga membuka kemungkinan penambahan kuota jika permintaan masyarakat melampaui target.

Program ini ditargetkan berjalan pada Juni untuk mendorong konsumsi pada triwulan III dan IV serta mengurangi ketergantungan pada BBM.

Skema bantuan yang disiapkan meliputi diskon PPN DTP untuk mobil listrik sebesar 40 hingga 100 persen.

Besarannya ditentukan berdasarkan kandungan nikel pada baterai kendaraan listrik yang dipasarkan di Indonesia.

>>> JetBlue Airways Tabrak Drone saat Hendak Mendarat di Bandara JFK

Untuk sepeda motor listrik, pemerintah menyiapkan subsidi Rp5 juta per unit untuk pembelian baru.