Maroko berhasil melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Belanda melalui adu penalti dengan skor 3-2, Selasa (30/6).

Pertandingan sebelumnya berakhir imbang 1-1.

>>> Nadiem Makarim Juga Dihukum Bayar Uang Pengganti Rp809,5 Miliar

Pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, menyatakan bahwa timnya kini mendapatkan rasa hormat dari banyak pihak.

"Maroko telah mendapatkan rasa hormat dari semua orang sekarang, kami berhasil menunjukkannya," ujar Ouahbi seperti dikutip Reuters.

Ouahbi juga menyebut dukungan jutaan rakyat Maroko menjadi energi tambahan. "Mereka tahu bahwa di belakang mereka ada jutaan orang.

Kami bermain saat pukul dua pagi di Maroko dan kami yakin sebagian besar orang tetap terjaga. Itu memberi Anda energi untuk tidak menyerah," tambahnya.

Dominasi Penguasaan Bola

Pelatih berusia 49 tahun itu mengklaim timnya mendominasi pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 70 persen. "Kami benar-benar mendominasi tim Belanda.

>>> Feng Shui: Jangan Letakkan Cermin Menghadap Pintu Utama, Ini Alasannya

Kami memiliki 70 persen penguasaan bola, lebih banyak tembakan, dan lebih banyak gol yang diharapkan. Kami mengendalikan pertandingan," katanya.

Ouahbi mengaku terkejut dengan strategi defensif Belanda. Namun ia menilai hal itu sebagai bentuk pengakuan atas peningkatan status Maroko.

"Saya benar-benar tidak menyangka blok pertahanan tersebut, karena Belanda biasanya suka menguasai bola. Tapi saya melihat jenis permainan ini sebagai bentuk penghormatan," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perjalanan Maroko ke semifinal Piala Dunia 2022 telah mengubah mentalitas negara. Meski demikian, Ouahbi memperingatkan bahwa Kanada akan menjadi ujian berat di babak 16 besar.

>>> Pertamina Perkuat Distribusi BBM dan LPG hingga ke Pelosok RI

"Kami akan menghadapi pertandingan babak gugur dengan penuh keyakinan," tegasnya.