Ronald Koeman angkat bicara soal keputusannya menggunakan formasi lima bek saat Belanda bertemu Maroko di babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Keputusan itu berujung pada tersingkirnya De Oranje setelah kalah adu penalti.

>>> UEA Minta Pasokan Beras RI 50 Ribu Ton per Bulan, Bulog Siap Ekspor

Belanda harus pulang lebih awal setelah ditahan imbang 1-1 oleh Maroko di waktu normal, kemudian kalah dalam drama adu penalti.

Pertandingan berlangsung di Stadion Monterrey, Meksiko.

Koeman menjelaskan bahwa pendekatan bertahan yang ia pilih justru membuat timnya lebih solid dibanding saat fase grup.

"Dengan pendekatan bertahan ini, kami kebobolan jauh lebih sedikit daripada saat fase grup. Itu sebuah hal positif, tetapi kami juga kurang ofensif," ujarnya dikutip Reuters.

Pelatih berusia 63 tahun itu menegaskan bahwa ia tidak menyesali pilihannya. "Jika saya harus melakukannya lagi, saya akan melakukan dengan cara yang sama," katanya.

Menurut Koeman, jika Maroko tidak mencetak gol penyama kedudukan di masa injury time, taktiknya justru akan dipuji.

>>> Polri Naikkan Pangkat 87 Perwira Tinggi, Empat Jadi Komjen

"Saya yakin jika Maroko tidak menyamakan kedudukan dengan gol telat itu, akan ada berbagai macam pujian untuk saya sebagai pelatih Belanda.

Tetapi, sekarang mungkin saya akan dicaci maki," ujarnya.

Ia juga membantah bahwa keputusan bermain dengan lima bek didasari rasa takut terhadap Maroko. "Ini bukan tentang rasa takut.

Intinya bukan itu sama sekali. Mengapa harus takut?

Maksud saya, kami memiliki tiga penyerang di lapangan," jelasnya.

>>> Hal Memberatkan Vonis 10 Tahun Nadiem: Perbuatan Terencana-Sistematis

Koeman menambahkan bahwa strategi tersebut merupakan hasil analisis terhadap kekuatan lawan. "Ini tentang posisi bertahan yang lebih baik, bukan karena takut, tetapi berdasarkan analisis lawan," tutupnya.