Tim nasional Inggris bersiap menghadapi Republik Demokratik Kongo dalam laga babak 32 besar Piala Dunia di Atlanta, Rabu.

Pelatih Thomas Tuchel mengincar performa serangan yang lebih tajam setelah hasil imbang tanpa gol melawan Ghana.

>>> Leigh Leopards Rekrut Lazarus Vaalepu dari Melbourne Storm

DR Congo melaju ke babak knockout Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.

Tim asuhan Sebastien Desabre dikenal dengan pertahanan solid, setelah menahan imbang Portugal dan mengalahkan Uzbekistan.

Winger Arsenal, Noni Madueke, memperingatkan bahwa Inggris tidak boleh meremehkan lawan.

"Saya perkirakan pertandingan yang sulit. Di tahap ini, Anda tidak bisa meremehkan lawan mana pun," kata Madueke.

Ia menambahkan bahwa DR Congo memiliki kekuatan dan kualitas yang akan mereka coba terapkan dalam pertandingan.

Madueke juga menyoroti tantangan menghadapi pertahanan rapat yang menjadi tren di turnamen ini.

"Setiap tim kesulitan menghadapi lawan yang menempatkan 11 pemain di ruang 30 meter. Tidak mudah untuk menembusnya," ujarnya.

Ia mencontohkan Spanyol dan Portugal yang juga kesulitan melawan pertahanan semacam itu.

>>> Pembaruan Besar Samsung Health: Tampilan Baru dan Fitur Tambahan

Inggris berencana memperbaiki eksekusi taktik untuk mengatasi pendekatan defensif DR Congo.

Madueke mengakui bahwa lawan akan bermain bertahan karena kualitas yang dimiliki Inggris.

Ia mengatakan timnya akan menerapkan pola yang sama seperti melawan Ghana, tetapi dengan eksekusi yang lebih baik.

Kemungkinan adu penalti membuat Inggris giat berlatih tendangan dari titik putih.

"Banyak aspek psikologis: cara menendang bola, langkah lari, apakah berhenti atau menunggu kiper," jelas Madueke.

Ia juga menyebut persaingan sehat dengan Bukayo Saka di klub memotivasinya untuk tampil maksimal.

Dari sisi taktik, Djed Spence kemungkinan menjadi starter di bek kanan menggantikan Reece James dan Jarell Quansah yang cedera.

>>> Galaxy S27 Batal Pakai Layar BOE, Kembali ke Samsung Display

DR Congo mengandalkan penyerang Newcastle, Yoane Wissa, yang telah mencetak tiga gol di turnamen ini.