Winger tim nasional Inggris, Noni Madueke, menyatakan pada Selasa bahwa ia memperkirakan Republik Demokratik Kongo akan menerapkan strategi yang sangat bertahan dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia FIFA pada Rabu.

Pertandingan di Atlanta ini akan menjadi ujian bagi Inggris setelah hasil imbang tanpa gol melawan Ghana di fase grup, di mana lawan menggunakan formasi bertahan rapat untuk membatasi pergerakan para penyerang Inggris.

>>> Leigh Leopards Rekrut Prop Samoa Lazarus Vaalepu dari Melbourne Storm

Madueke, yang bermain untuk Arsenal, telah merasakan rotasi peran di bawah manajer Thomas Tuchel selama turnamen besar pertamanya, dengan dua kali menjadi starter dan satu kali sebagai pemain pengganti.

Dalam konferensi pers menjelang laga, pemain sayap itu mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan tampil di Piala Dunia dan menekankan perlunya keyakinan diri yang tinggi di panggung internasional.

"Ini mimpi yang menjadi kenyataan bisa berkompetisi di Piala Dunia," ujar Madueke. "Saya bersyukur atas kesempatan ini."

Ia menyoroti bahwa Inggris telah mencapai target pertama dengan lolos dari fase grup dan menekankan bahwa setiap pemain harus tampil maksimal di babak gugur.

"Ini pengalaman yang baik, target pertama sudah tercapai, jadi saya sangat senang dan menantikan babak gugur sekarang.

Anda harus merasa [bisa tampil], Anda pemain top, Anda ada di sini karena suatu alasan," kata Madueke.

Madueke juga membahas pola pikir yang diperlukan saat bermain untuk negara di level tertinggi sepak bola internasional.

"Anda bermain untuk negara Anda di panggung terbesar dan Anda harus memiliki kepercayaan diri yang berlebihan pada kemampuan Anda.

Sepak bola gugur adalah tempatnya, jadi saya berusaha tampil terbaik untuk itu. Pada akhirnya, bersama rekan setim di lapangan, terserah Anda untuk memberikan hasil," ujarnya.