Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa Belarus meminta Indonesia memasok 120 ribu ton kakao dan 14 ribu ton minyak sawit mentah (CPO) setiap tahun.

Permintaan itu disampaikan dalam pertemuan Amran dengan Menteri Pertanian dan Pangan Belarus Yuri Nikolaevich Gorlov serta Putra Kedua Presiden Belarus Dmitry Lukashenko di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (30/6).

>>> Jurgen Klopp Buka Peluang Latih Timnas Jerman

Amran menyebutkan bahwa kebutuhan CPO Belarus mencapai 14 ribu ton per tahun dan mereka memprioritaskan pasokan dari Indonesia.

Sementara untuk kakao, permintaan mencapai 10 ribu ton per bulan atau 120 ribu ton per tahun.

Menurut Amran, permintaan ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperluas pasar ekspor komoditas pertanian.

Pemerintah saat ini tengah mendorong penanaman kakao secara besar-besaran guna memenuhi kebutuhan pasar luar negeri.

>>> Matahari Buatan China Cetak Rekor Baru dengan Magnet Superkonduktor Terbesar

Kerja Sama Mekanisasi Pertanian

Selain perdagangan komoditas, Indonesia dan Belarus juga menyepakati penguatan kerja sama di bidang mekanisasi pertanian.

Amran menjelaskan bahwa Belarus memiliki keunggulan dalam pengembangan alat dan mesin pertanian, sehingga kedua negara dapat saling melengkapi melalui kolaborasi, termasuk transfer teknologi.

Kerja sama yang dibahas dalam pertemuan tersebut untuk sementara difokuskan pada komoditas kakao dan CPO. Amran menambahkan bahwa pembahasan mengenai ekspor beras belum menjadi agenda utama.

>>> Pegadaian Kirim Tujuh Talenta Terbaik Tempuh Magister di Luar Negeri

Realisasi kerja sama perdagangan ini nantinya akan dilakukan melalui mekanisme antarpemerintah (G2G) maupun antarpelaku usaha (B2B).