Kelompok petani buah naga di Desa Sumbermulyo, Banyuwangi, Jawa Timur, kini berhasil menembus pasar ekspor ke Singapura dan Hong Kong.

Keberhasilan ini tidak lepas dari pendampingan yang diberikan oleh Yayasan Astra dan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) melalui Program Desa Sejahtera Astra.

in1

>>> Cek Bansos Kemensos Juni 2026 Lewat HP, Cukup Pakai NIK KTP

Ketua Yayasan Astra-YDBA, Rahmat Samulo, mengatakan pendampingan dilakukan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Salah satu bentuk pendampingan adalah pendirian Pusat Pendampingan UMKM (PPU) yang memberikan pelatihan kepada Kelompok Tani Sinar Cabe.

Pelatihan mencakup perubahan metode penanaman menjadi organik dan bebas bahan kimia, pembuatan pupuk mandiri, hingga sistem sortir hasil panen sesuai standar internasional.

"Agar petani dalam proses budi daya maupun hasil panennya dapat memenuhi standar Quality, Cost, dan Delivery (QCD) pasar modern lokal maupun luar negeri," jelas Rahmat, Kamis (25/6).

Yayasan juga menjembatani petani dengan pasar, baik dalam negeri seperti supermarket dan hotel, maupun luar negeri.

Ketua Kelompok Tani Sinar Cabe, Sumartini, mengaku sangat terbantu dengan pendampingan tersebut.

Menurutnya, petani kini memiliki posisi tawar yang lebih tinggi dan tidak lagi bergantung pada harga yang ditentukan pasar.

Kelompok tani kini melakukan penyortiran hasil panen untuk target konsumen berbeda.

Buah naga kualitas A dan B dijual untuk ekspor, supermarket, dan hotel, sedangkan sisanya dijual ke pasar tradisional.

"Jadi sekarang kita yang menentukan harga. Kalau dulu tergantung pasar beli hasil panen kita berapa apapun kualitasnya," ujar Sumartini.

>>> Google Wallet Akan Tampilkan Tiket Acara Lebih Menarik

Berdasarkan data Yayasan Astra-YDBA, selama 2022-2025, Kelompok Tani Sinar Cabe telah mengekspor total 6,8 ton buah naga ke Singapura dan Hong Kong melalui PT Nusa Tropical Indonesia.