Naik KA Sri Tanjung dari Jogja ke Banyuwangi Cuma Rp94.000, Simak Jadwal Terbaru 2026
Perjalanan dari Yogyakarta menuju Banyuwangi bisa dilakukan dengan biaya murah menggunakan KA Sri Tanjung.
Kereta ekonomi bersubsidi ini melayani rute Stasiun Lempuyangan menuju Stasiun Ketapang dengan tarif hanya Rp94.000 per sekali perjalanan.
>>> Daftar SPKLU Ultrafast Charging di Medan dan Alamat Lengkapnya
Harga tiket tersebut jauh lebih rendah dibandingkan kereta lain di rute serupa. KA Logawa misalnya, menawarkan kelas ekonomi sekitar Rp320.000 dan eksekutif sekitar Rp570.000.
Sementara KA Wijayakusuma membanderol ekonomi mulai Rp370.000 dan eksekutif mulai Rp550.000.
Jadwal KA Sri Tanjung 2026
KA Sri Tanjung beroperasi setiap hari dengan jadwal keberangkatan dari Lempuyangan pukul 07.00 WIB dan tiba di Ketapang pukul 19.34 WIB.
Untuk perjalanan sebaliknya, berangkat dari Ketapang pukul 07.33 WIB dan tiba di Lempuyangan pukul 19.33 WIB.
Perjalanan berlangsung dari pagi hingga malam sehingga penumpang bisa tiba di Banyuwangi pada hari yang sama tanpa perlu berganti kereta.
Karena tarifnya sangat terjangkau, tiket KA Sri Tanjung sering cepat habis. Permintaan tinggi terutama saat akhir pekan, musim liburan, dan hari besar nasional.
>>> Istri Ollie Watkins Alami Malfungsi Busana di Piala Dunia 2026
Calon penumpang disarankan memesan tiket lebih awal.
KA Sri Tanjung merupakan salah satu dari 13 kereta ekonomi bersubsidi PSO yang dioperasikan pemerintah pada 2026. Program PSO bertujuan memberikan akses transportasi terjangkau bagi masyarakat.
Data PT KAI menunjukkan layanan KA Jarak Jauh PSO dan KA Lokal PSO melayani 7.882.165 pelanggan selama Januari hingga Mei 2026.
Jumlah itu meningkat 7,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari total tersebut, KA Jarak Jauh PSO melayani 4.951.267 pelanggan dan KA Lokal PSO melayani 2.930.898 pelanggan.
Di Daop 6 Yogyakarta, kereta ekonomi bersubsidi telah mengangkut 860.098 penumpang sepanjang 2024.
>>> Jimin BTS dan Trio CORTIS Hadiri Show Dior di Paris Fashion Week
Keberadaan kereta bersubsidi juga berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang dilalui. Layanan ini mendorong penggunaan transportasi massal yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Update Terbaru
Bolehkah Ibu Menyusui Minum Kopi? Ini Batas Aman Kafein
Kamis / 25-06-2026, 15:36 WIB
Tumpahan Batu Bara Cemari Pantai Pangandaran, Habitat Penyu Terancam
Kamis / 25-06-2026, 15:36 WIB
Jawaban Tes Detektor Kebohongan Lisa BLACKPINK Picu Perdebatan soal Jisoo
Kamis / 25-06-2026, 15:35 WIB
Eks Ketua Ombudsman Gunakan Nama Samaran 'John Lennon 07' Saat Terima Suap
Kamis / 25-06-2026, 15:35 WIB
Kubu Richard Lee Soroti Kelemahan Dakwaan JPU dalam Eksepsi 24 Halaman
Kamis / 25-06-2026, 15:35 WIB
Istri Eks Menag Yaqut Berterima Kasih atas Pembantaran KPK
Kamis / 25-06-2026, 15:35 WIB
Purbaya Sidak Perusahaan Baja China, Cek Dugaan Ketidaksesuaian Pajak
Kamis / 25-06-2026, 15:35 WIB
BTS 'Dynamite' Cetak Sejarah: Video Musik Pertama Grup Tembus 2,1 Miliar Views di YouTube
Kamis / 25-06-2026, 15:30 WIB
Nestapa Venezuela: Krisis Ekonomi, Direcoki Trump, dan Gempa Bumi
Kamis / 25-06-2026, 15:30 WIB
Menkes Kaget Perundungan Jadi Keluhan Terbanyak Dokter
Kamis / 25-06-2026, 15:30 WIB
Akhir Tragis Qatar: Juara Asia Jadi Lumbung Gol Piala Dunia 2026
Kamis / 25-06-2026, 15:29 WIB
5 HP RAM 12 GB Termurah di Bawah Rp 6 Juta, Pilihan Terbaik untuk Jangka Panjang
Kamis / 25-06-2026, 15:29 WIB
Garmin Connect Ungkap Tren Fitness 2026: Lari dan Sepeda Jadi Favorit Orang Indonesia
Kamis / 25-06-2026, 15:28 WIB
Bendera Arab Saudi dan Irak Tak Dibentangkan di Piala Dunia 2026, Hormati Alquran
Kamis / 25-06-2026, 15:28 WIB






