FIFA mengambil keputusan khusus terkait protokol pra-pertandingan Piala Dunia 2026. Bendera nasional Irak dan Arab Saudi tidak akan dibentangkan di atas lapangan selama seremoni.

Keputusan ini diambil karena kedua bendera memuat teks suci dalam ajaran Islam. FIFA menilai teks tersebut tidak pantas menyentuh tanah.

in1

>>> Lava Smart 4 Plus Resmi di India, Baterai 5000mAh Harga Rp 9.999

Piala Dunia 2026 berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. FIFA memperkenalkan format seremoni baru dengan menampilkan bendera raksasa masing-masing tim di lapangan sebelum lagu kebangsaan.

Dalam prosesi tersebut, bendera biasanya dibentangkan dan diletakkan di atas rumput. Namun, untuk pertandingan yang melibatkan Irak dan Arab Saudi, FIFA menerapkan pengecualian.

Bendera kedua negara akan tetap ditampilkan, tetapi dipegang dan dijaga agar tidak menyentuh tanah. Hal ini sebagai bentuk penghormatan terhadap makna religius yang terkandung di dalamnya.

Alasan Penghormatan terhadap Teks Suci

Juru bicara FIFA menyatakan bahwa pihaknya bekerja sama erat dengan tim-tim peserta untuk mengakomodasi permintaan presentasi yang wajar.

"Dalam menyelenggarakan upacara-upacara ini, FIFA bekerja sama erat dengan tim-tim peserta untuk mengakomodasi permintaan presentasi yang wajar," ujarnya.

>>> OPPO Reno16 Series 5G Resmi Meluncur di India pada 2 Juli

Bendera Arab Saudi memuat syahadat, pernyataan keimanan dalam Islam yang berbunyi "Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah".

Sementara bendera Irak menampilkan kalimat "Allahu Akbar" yang berarti "Allah Maha Besar".

Dalam tradisi Islam, tulisan suci tersebut harus diperlakukan dengan hormat dan tidak boleh diletakkan di tempat yang berpotensi diinjak.

Kebijakan ini mendapat perhatian luas di tengah turnamen sepak bola terbesar dunia.

FIFA menilai penyesuaian prosedur seremoni dapat dilakukan tanpa mengurangi kemeriahan pertandingan.

>>> Fujitsu Rilis Arrows Alpha 2, Ponsel Tahan Banting Bersertifikasi Militer

Langkah ini sekaligus menjaga penghormatan terhadap nilai-nilai keagamaan yang dianut oleh jutaan pendukung sepak bola di seluruh dunia.