Kerja sama produk olahan dilakukan dengan PT Oreng Osing untuk sale buah naga sejak Maret 2024 sebanyak 20 ton.

Produk olahan buah kering juga dipasarkan melalui Herbor. id di pasar domestik sejak September 2024 sebanyak 350 kg.

in1

Metode penanaman organik tidak hanya meningkatkan harga jual, tetapi juga membuat buah naga lebih tahan lama dan tidak mudah busuk.

Dari sekitar 30 petani dengan total lahan 9,2 hektare, setiap bulan mampu menghasilkan 25-45 ton buah naga.

"Kalau untuk omset, per minggu bisa sampai Rp30-32 juta. Tergantung jenis dan varietas buah naga yang dihasilkan," tutur Sumartini.

Petani juga tidak khawatir jika ada hasil panen yang ditolak karena kerusakan kecil.

Yayasan Astra-YDBA menjembatani kelompok tani dengan perusahaan olahan, sehingga buah naga yang tidak diterima pasar tetap bisa diolah menjadi selai, dodol, atau sirop.

"Kalau dulu setiap ada yang rusak sedikit pasti cuma diolah jadi pupuk. Sekarang daging buahnya tetap bisa olah jadi selai, dodol atau sirop.

>>> Ramalan Zodiak 26 Juni: Libra Pemasukan Lancar, Scorpio Keuangan Stabil

Kulitnya baru digunakan sebagai pupuk organik," jelas Sumartini.