Dunia tengah bergembira menyambut Piala Dunia 2026. Televisi di berbagai rumah ramai memutar siaran pertandingan.

Kecintaan terhadap tim sepak bola favorit kerap memengaruhi rencana akhir pekan seseorang. Namun, di balik kesenangan itu, penelitian menunjukkan ada manfaat kesehatan yang signifikan.

in1

>>> Mobil Tabrak Kerumunan Suporter Piala Dunia di Meksiko, 17 Terluka

Menjadi penggemar olahraga dapat menjadi alat yang ampuh dalam mendukung kesejahteraan, ujar Profesor Daniel Wann, ahli psikologi dari Murray State University, AS.

1. Meningkatkan Rasa Kebersamaan

Kegemaran terhadap olahraga menawarkan koneksi langsung dengan kelompok yang lebih besar. Hal ini memenuhi kebutuhan psikologis seseorang untuk merasa menjadi bagian dari sesuatu.

Interaksi dengan sesama penggemar dapat mengurangi perasaan kesepian, meningkatkan kepercayaan, dan menjadi wadah berbagi perasaan positif maupun negatif.

Peneliti Aaron CT Smith dari Loughborough University, Inggris, mengatakan ikatan antar-penggemar jauh melampaui olahraga itu sendiri.

2. Meningkatkan Harga Diri

Mengidentifikasi dengan sebuah tim membuat seseorang merasa lebih baik saat timnya menang. Fenomena ini dikenal sebagai BIRG (Basking in Reflected Glory).

Penggemar sering berkata 'kita menang' meski tidak ikut bertanding. Penelitian Wann menunjukkan, orang lebih cenderung melakukan BIRG saat identifikasi dengan tim semakin kuat.

>>> Benson Boone dan Alix Earle Berciuman di Video Musik Baru, Spekulasi Kencan Makin Kencang

3. Mencegah Depresi dan Isolasi Sosial

Menjadi penggemar olahraga mungkin tidak menyembuhkan depresi klinis, tetapi dapat mencegahnya. Kesepian dan keputusasaan menjadi faktor risiko depresi yang bisa diputus oleh fandom.

Manfaat ini datang secara tidak langsung karena kegemaran terhadap tim bersifat sosial dan meningkatkan koneksi.

4. Saluran Sehat untuk Mengeluarkan Emosi

Olahraga menjadi salah satu jalan di mana individu diperbolehkan mengekspresikan emosi secara sosial.

Orang dewasa jarang punya kesempatan menangis, berpelukan, atau berteriak, tetapi saat perayaan kemenangan, semua itu bisa dilakukan.

Smith menyebutnya sebagai arena resmi untuk emosi yang tidak menimbulkan bencana sosial.

5. Mendorong Tubuh Lebih Aktif

Survei pada 2023 menemukan bahwa orang yang senang berolahraga cenderung terlibat dalam berbagai bentuk fanatisme olahraga. Penggemar olahraga jauh lebih mungkin untuk berpartisipasi dalam aktivitas fisik.

>>> Belanda Unggul 2-0 atas Tunisia di Babak Pertama Berkat Gol Cepat

Hal ini mendorong orang untuk tetap aktif, ujar Wann.