5 Manfaat Jadi Pendukung Klub Sepak Bola, Bikin Sehat Jiwa Raga
Dunia tengah bergemuruh dengan perhelatan Piala Dunia 2026. Televisi di hampir setiap rumah menayangkan pertandingan demi pertandingan.
Kecintaan pada tim sepak bola favorit bahkan bisa memengaruhi rencana akhir pekan seseorang.
>>> Cek Bansos Kemensos 2026 dan Status Desil DTSEN Secara Online Lewat HP
Namun, di balik euforia itu, penelitian menunjukkan bahwa menjadi penggemar olahraga memberikan manfaat nyata bagi kesehatan.
Ahli psikologi Profesor Daniel Wann dari Murray State University, AS, mengatakan bahwa menjadi penggemar olahraga bisa menjadi alat ampuh untuk mendukung kesejahteraan.
Meningkatkan Rasa Kebersamaan
Kegemaran terhadap olahraga menawarkan koneksi langsung dengan kelompok yang lebih besar. Hal ini memenuhi kebutuhan psikologis seseorang untuk merasa menjadi bagian dari sesuatu.
Interaksi dengan sesama penggemar dapat mengurangi perasaan kesepian, meningkatkan kepercayaan, dan menjadi wadah berbagi perasaan.
Peneliti Aaron CT Smith dari Loughborough University, Inggris, menambahkan bahwa ikatan antar-penggemar melampaui olahraga itu sendiri.
Meningkatkan Harga Diri
Mengidentifikasi dengan sebuah tim membuat seseorang merasa lebih baik saat timnya menang. Fenomena ini disebut BIRG (Basking in Reflected Glory).
Penggemar sering mengatakan 'kita menang' meski tidak ikut bertanding. Penelitian Wann menunjukkan, semakin kuat identifikasi dengan tim, semakin besar kecenderungan untuk melakukan BIRG.
>>> Rute KRL Jogja-Solo dan Jadwal Lengkap Jumat, 26 Juni 2026
Mencegah Depresi dan Isolasi Sosial
Menjadi penggemar olahraga mungkin tidak menyembuhkan depresi klinis, tetapi dapat mencegahnya. Kesepian dan perasaan hidup tak bermakna menjadi faktor risiko depresi yang bisa diputus oleh fandom.
Smith menekankan bahwa manfaat ini datang secara tidak langsung karena kegemaran terhadap tim bersifat sosial dan meningkatkan koneksi.
Saluran Sehat untuk Mengeluarkan Emosi
Olahraga menjadi salah satu jalan di mana individu diperbolehkan mengekspresikan emosi secara sosial.
Orang dewasa jarang memiliki kesempatan untuk menangis, berpelukan, atau berteriak, tetapi saat perayaan kemenangan, semua itu bisa dilakukan.
Smith menyebutnya sebagai arena resmi untuk emosi yang tidak menimbulkan bencana sosial.
Mendorong Tubuh Lebih Aktif
Survei tahun 2023 menemukan bahwa orang yang senang berolahraga cenderung terlibat dalam berbagai bentuk fanatisme olahraga.
Wann mengatakan, penggemar olahraga jauh lebih mungkin untuk berpartisipasi dalam olahraga, sehingga mendorong mereka tetap aktif.
Update Terbaru
Bahlil: CNG Pengganti LPG 3 Kg Mulai Diproduksi Juli 2026
Jumat / 26-06-2026, 08:00 WIB
Ekuador Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Jerman
Jumat / 26-06-2026, 08:00 WIB
Daftar Negara Asia yang Paling Percaya Akhirat, Indonesia Peringkat 7
Jumat / 26-06-2026, 08:00 WIB
Sidang Richard Lee: Kenapa Pelapor Beli Produk di Toko Lain?
Jumat / 26-06-2026, 08:00 WIB
Patriot Bond Danantara: Investasi Legal dengan Perlindungan Hukum Ekstra, Amankah?
Jumat / 26-06-2026, 08:00 WIB
Polisi Tangkap Wanita Tersangka Penyerangan Pedagang Kaki Lima di LA
Jumat / 26-06-2026, 07:57 WIB
Akun TikTok 'Ustazah AI' Viral, Warganet Resah
Jumat / 26-06-2026, 07:57 WIB
Dua Korban Epstein Gugat Mantan CEO Victoria's Secret Les Wexner
Jumat / 26-06-2026, 07:56 WIB
Kasus Ebola Terdeteksi di Prancis, Berasal dari Wabah di Kongo
Jumat / 26-06-2026, 07:56 WIB
Netanyahu: Saya Tidak Pernah Minta Izin Trump Serang Iran
Jumat / 26-06-2026, 07:56 WIB
KSP Dudung Jenguk YTR, Sampaikan Pesan Prabowo
Jumat / 26-06-2026, 07:56 WIB
Kejuaraan Pencak Silat Piala Presiden 2026 Resmi Dibuka Hari Ini
Jumat / 26-06-2026, 07:56 WIB
Indonesia Setop Impor Solar Tahun Ini, B50 Mulai Juli 2026
Jumat / 26-06-2026, 07:56 WIB
PIP Juni 2026 Kapan Cair? Simak Jadwal, Nominal, dan Cara Cek
Jumat / 26-06-2026, 07:56 WIB






