Diplomasi AS di Teluk Memanas, Rubio Tegaskan Tak Ada Pungutan di Selat Hormuz
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan bahwa Washington tidak akan mengambil kebijakan yang merugikan stabilitas dan kepentingan negara-negara mitra di kawasan Teluk.
Pernyataan itu muncul setelah Rubio melakukan serangkaian pertemuan dengan negara-negara Teluk di Bahrain.
>>> Gelombang Panas Spanyol Tewaskan 212 Orang, Suhu Capai 43,7 Derajat
Pembahasan intens mengenai keamanan kawasan, stabilitas energi, serta arah negosiasi lanjutan dengan Iran menjadi fokus utama.
Rubio menekankan bahwa Amerika Serikat tidak akan menetapkan keputusan sepihak yang berdampak negatif pada kemakmuran dan keamanan mitra regionalnya.
“Tidak ada keputusan atau komitmen apa pun yang akan diambil yang dapat merugikan kemakmuran, stabilitas, atau keamanan mitra kami di Teluk,” ujarnya kepada wartawan.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada dukungan dari negara-negara Teluk terhadap wacana tarif, biaya, atau pungutan atas penggunaan Selat Hormuz.
“Tidak ada dukungan sama sekali di antara negara-negara Teluk untuk segala bentuk tarif, biaya, atau apa pun yang mengenakan pungutan atas penggunaan perairan internasional,” kata Rubio di Bahrain.
Rubio menyebut pertemuan dengan para pejabat Teluk berlangsung konstruktif.
>>> Bahlil Ungkap Strategi Jaga Harga BBM Subsidi Tak Naik Meski Minyak Melonjak
Masing-masing pihak menyampaikan kekhawatiran sekaligus gagasan konkret terkait stabilitas kawasan di tengah ketegangan yang melibatkan Iran.
Ia juga menyinggung bahwa pembahasan mengenai dana rekonstruksi senilai 300 miliar dolar AS untuk Iran belum menjadi bagian dari diskusi resmi dengan negara-negara Teluk.
Menurutnya, skema tersebut masih berada pada tahap awal dan akan dibahas lebih lanjut dalam proses negosiasi yang sedang berjalan.
Rubio menambahkan bahwa pembahasan antara pihak-pihak terkait Iran, Israel, dan Lebanon masih berada dalam fase awal.
Namun, ia menyebut perkembangan diplomatik yang dinilai cukup signifikan, termasuk komunikasi langsung antara Lebanon dan Israel untuk pertama kalinya dalam tiga dekade terakhir.
>>> Semen Magnetik Ciptaan Pemuda 29 Tahun Siap Ubah Industri Konstruksi
“Ini adalah proses yang akan memerlukan waktu dan banyak kerja keras,” ujarnya.
Update Terbaru
Model Ella Halikas Bela 'Love Island USA' Star Melanie Moreno dari Hujatan Body Image
Jumat / 26-06-2026, 08:11 WIB
Ekuador Gebuk Jerman, Pantai Gading Gilas Curacao di Piala Dunia 2026
Jumat / 26-06-2026, 08:10 WIB
5 Manfaat Jadi Pendukung Tim Sepak Bola, Bikin Sehat Jiwa Raga
Jumat / 26-06-2026, 08:10 WIB
Mobil Tabrak Kerumunan Suporter Piala Dunia di Meksiko, 17 Terluka
Jumat / 26-06-2026, 08:07 WIB
Benson Boone dan Alix Earle Berciuman di Video Musik Baru, Spekulasi Kencan Makin Kencang
Jumat / 26-06-2026, 08:07 WIB
Netflix Lebih Andalkan Wajah Baru daripada Bintang Ternama
Jumat / 26-06-2026, 08:07 WIB
Belanda Unggul 2-0 atas Tunisia di Babak Pertama Berkat Gol Cepat
Jumat / 26-06-2026, 08:07 WIB
Rupiah Tembus Rp18.009 per Dolar AS di Pasar Valas Pagi Ini
Jumat / 26-06-2026, 08:07 WIB
Babak Pertama Jepang vs Swedia Berakhir Imbang 0-0
Jumat / 26-06-2026, 08:07 WIB
Fakta Terkini Gempa Dahsyat Venezuela: 188 Tewas, 971 Luka
Jumat / 26-06-2026, 08:07 WIB
Lamborghini Siap Luncurkan Urus Performante Terbaru pada 1 Juli
Jumat / 26-06-2026, 08:06 WIB
Ratusan Calon Maba Kampus Negeri di Jateng Mundur, Ini Penjelasannya
Jumat / 26-06-2026, 08:05 WIB
Link Live Streaming Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026
Jumat / 26-06-2026, 08:05 WIB
Bahlil: CNG Pengganti LPG 3 Kg Mulai Diproduksi Juli 2026
Jumat / 26-06-2026, 08:00 WIB






