Seorang wanita di Montreal, Kanada, memilih untuk memiliki anak kedua dengan mantan pasangannya meskipun hubungan mereka tidak stabil.

Tujuannya agar putra sulungnya memiliki saudara kandung, bukan saudara tiri.

>>> Presiden Korsel Minta Maaf Usai Timnas Gagal Lolos Piala Dunia

Sasha Goreshtein, 38 tahun, berbagi cerita tentang keputusannya yang kontroversial. Ia memiliki dua putra, Zayn (3) dan Leon (13 bulan), dengan pasangannya yang kini berusia 37 tahun.

Sasha mengatakan bahwa ia selalu membayangkan putranya harus berpindah-pindah rumah jika orang tuanya memiliki pasangan baru.

"Saya membayangkan anak saya pergi dari satu rumah ke rumah lain untuk mengunjungi ayah dan ibunya sendiri," ujarnya.

Ia khawatir jika mantan pasangannya memiliki anak dengan wanita lain, Zayn hanya akan bertemu saudara tirinya setengah waktu.

"Anak saya akan pergi ke rumah saya, dan pergi melihat saudara tirinya hanya setengah waktu," jelas Sasha.

Keputusan yang Dipertimbangkan Matang

Sasha dan pasangannya bertemu saat ia berusia 33 tahun. Setelah enam bulan berpacaran, Sasha hamil Zayn yang lahir pada Februari 2023.

Saat Zayn berusia dua tahun, mereka memutuskan berpisah. Namun, karena memiliki anak bersama, mereka terus berusaha memperbaiki hubungan.

Menjelang usia 40 tahun, Sasha sadar akan waktu biologisnya yang terbatas.

"Ya, wanita bisa memiliki anak di usia lebih tua, tapi bagi saya, saya tidak ingin memiliki anak terlalu telat," katanya.

>>> KPK Berharap Yaqut Cholil Qoumas Segera Pulih untuk Lanjutkan Proses Hukum

Ia juga mempertimbangkan bahwa mantan pasangannya adalah ayah yang baik.

"Saya sudah memiliki pemahaman yang jelas bahwa meskipun sisi romantis hubungan kami tidak berlanjut, kami masih bisa menjadi orang tua bersama dengan stabil dan saling menghormati," ujar Sasha.