Kehamilan membawa banyak perubahan pada tubuh, termasuk kulit. Hormon yang melonjak sering memicu jerawat, hiperpigmentasi, atau kulit kering.

Meski ingin tetap tampil cantik, ibu hamil harus selektif memilih produk perawatan kulit.

>>> 3 Rekomendasi Parfum Vanilla Lokal yang Tidak Bikin Eneg, Wangi Elegan untuk Sehari-hari

Beberapa bahan skincare yang umum digunakan ternyata berbahaya bagi janin karena dapat terserap ke dalam aliran darah.

American Academy of Dermatology (AAD) merekomendasikan untuk menghindari bahan-bahan tertentu selama kehamilan. Berikut daftarnya.

Bahan Skincare yang Perlu Dihindari

Retinoid dan turunannya seperti retinol, tretinoin, dan isotretinoin adalah bahan anti-aging dan anti-jerawat yang populer.

Namun, bahan ini terbukti dapat menyebabkan cacat lahir pada janin, terutama di trimester pertama.

>>> Kulit Kering Bagusnya Pakai Bedak Apa? Ini 5 Pilihan agar Makeup Tetap Flawless

Hydroquinone sering digunakan dalam krim pemutih untuk mengatasi flek hitam. Bahan ini memiliki penyerapan tinggi ke dalam darah dan dikategorikan berisiko oleh FDA.

Asam salisilat (BHA) dalam konsentrasi tinggi di atas 2 persen atau bentuk oral juga tidak dianjurkan. Kadar tinggi dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti masalah pendarahan pada janin.

Benzoyl peroxide, bahan anti-jerawat lainnya, sebaiknya dihindari karena kurangnya data keamanan jangka panjang. Meski penyerapannya rendah, banyak ahli menyarankan untuk memilih alternatif yang lebih aman.

>>> Mengapa Mitsubishi Pajero Sport Masih Sulit Ditumbangkan di Segmen SUV Menengah

Sebagai gantinya, ibu hamil dapat menggunakan bahan aman seperti Vitamin C, niacinamide, dan sunscreen mineral. Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan produk baru.