Selama bertahun-tahun, banyak orang datang ke klinik kecantikan dengan harapan mendapatkan hasil yang langsung terlihat.

Kulit lebih glowing, lembap, atau tampak lebih kencang sering menjadi tujuan utama setelah menjalani perawatan.

>>> Lara Spencer Debut sebagai Pembawa Acara Spesial Konser CMA Fest di ABC

Kini, tren tersebut mulai bergeser.

Semakin banyak orang yang tidak hanya mengejar hasil instan, tetapi juga menginginkan perawatan yang mampu menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang.

Tren ini dikenal dengan istilah regenerative aesthetics.

Fokusnya bukan sekadar memperbaiki tampilan kulit dari luar, melainkan membantu kulit memperbaiki dirinya sendiri melalui proses regenerasi alami.

Hasilnya memang tidak instan, tetapi perubahan yang terjadi cenderung lebih natural dan bertahan lebih lama. Dokter estetika Dr. Konstantin Frank, M.

D. , mengatakan bahwa semakin banyak pasien yang mencari perawatan untuk memperbaiki kualitas kulit dari dalam.

Menurutnya, ke depan industri estetika akan mengarah pada perawatan yang berorientasi pada penampilan sekaligus kesehatan kulit.

Klien diprediksi akan lebih memilih perawatan yang memberikan hasil alami, aman, dan menjaga kualitas kulit jangka panjang.

Inovasi Skin Booster Berbasis Polynucleotide

Pergeseran tren ini juga terlihat pada perkembangan teknologi skin booster.

Selama ini, skin booster umumnya menggunakan hyaluronic acid (HA) yang bekerja menarik dan mempertahankan air di dalam kulit.

Kini hadir generasi skin booster berbasis polynucleotide dengan cara kerja berbeda. Tidak hanya memberikan hidrasi, polynucleotide membantu menciptakan 'habitat' yang mendukung regenerasi jaringan kulit.

>>> Wasit Wanita Meksiko Katia Itzel Garcia Pimpin Laga Pria di Piala Dunia

Dr. Konstantin menjelaskan bahwa polynucleotide membantu meningkatkan aktivitas fibroblas, sel jaringan ikat yang mendukung produksi kolagen dan elastin.