Jika HA berfokus menghidrasi, polynucleotide berperan memperbaiki kualitas kulit secara menyeluruh.

Melihat tren ini, Croma-Pharma, perusahaan estetika asal Austria, bekerja sama dengan GEA Aesthetic menghadirkan PolyPhil Croma di Indonesia.

Produk ini merupakan skin booster berbasis polynucleotide yang berasal dari DNA ikan trout.

Menurut Dr. Konstantin, pemilihan DNA trout menghasilkan polynucleotide dengan tingkat kemurnian optimal melalui proses penelitian dan teknologi purifikasi tingkat tinggi.

DNA trout yang digunakan berasal dari sumber budidaya yang terjaga kualitasnya.

Berbeda dengan perawatan instan, hasil dari skin booster berbasis polynucleotide berkembang secara bertahap.

Seiring waktu, kulit menjadi lebih terhidrasi, lebih elastis, tekstur lebih halus, serta tampak lebih sehat dan bercahaya.

Hasil optimal biasanya baru terlihat setelah tiga hingga empat sesi perawatan, dengan jeda sekitar dua hingga empat minggu.

Namun, hasilnya bisa berbeda tergantung kondisi kulit masing-masing.

Perawatan ini ideal bagi mereka yang berusia 20-an hingga awal 30-an sebagai bagian dari pencegahan anti-aging.

>>> Phoenix Suns Resmi Rekrut Mark Williams dengan Kontrak $38 Juta

Untuk usia 30 hingga 40 tahun ke atas, perawatan ini dapat membantu mendukung proses regenerasi kulit secara lebih menyeluruh.