Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) merilis hasil penyelidikan terbaru terkait wabah botulisme pada bayi yang sempat dikaitkan dengan susu formula merek ByHeart dan Nara Organics.

Otoritas menemukan keberadaan bakteri Clostridium botulinum pada salah satu bahan baku susu bubuk. Namun, hingga kini FDA belum dapat memastikan sumber utama yang memicu wabah tersebut.

>>> Limit SPayLater Bisa Dicairkan? Ini Penjelasan Lengkapnya

Botulisme adalah penyakit langka yang dapat berakibat fatal karena menyerang sistem saraf.

Penyakit ini disebabkan oleh racun yang dihasilkan bakteri Clostridium botulinum, yang dapat memicu kelumpuhan otot hingga gagal napas.

Wabah yang berlangsung sejak akhir 2025 hingga awal 2026 itu resmi dinyatakan berakhir pada 26 Februari 2026.

Selama periode tersebut, sebanyak 48 bayi di 17 negara bagian AS dilaporkan terinfeksi.

Kontaminasi pada Bahan Baku Susu

FDA melakukan inspeksi langsung ke fasilitas produksi ByHeart serta salah satu pemasok bahan bakunya. Penyelidikan ini dilakukan setelah laporan inspeksi FDA pada 2023 kembali mencuat saat wabah berlangsung.

Saat itu, FDA menemukan sejumlah pelanggaran terkait keamanan pangan dan kebersihan di salah satu fasilitas produksi ByHeart yang kini telah ditutup.

Perusahaan juga sempat menerima surat peringatan dari FDA pada tahun yang sama.

Namun, berdasarkan investigasi terbaru, FDA menyatakan tidak menemukan bukti bahwa pelanggaran tersebut berkontribusi terhadap wabah botulisme yang terjadi pada 2025-2026.

Baik FDA maupun ByHeart memang menemukan keberadaan Clostridium botulinum pada salah satu bahan baku susu bubuk.

Meski begitu, tidak ditemukan faktor lain yang dapat menjelaskan bagaimana kontaminasi tersebut menyebabkan wabah.

FDA juga menginspeksi Dairy Farmers of America, perusahaan pengolah susu untuk Organic West Milk yang menjadi salah satu pemasok ByHeart.