Pelaku Usaha Kuliner Banyumas Tingkatkan Pemahaman Keamanan Pangan
Pelaku usaha kuliner di Kabupaten Banyumas dan sekitarnya mengikuti Food Safety Class yang digelar Intisari Purwokerto.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat penerapan standar keamanan pangan di sektor makanan dan minuman.
>>> Cetak Dua Gol di Piala Dunia, Saibari: Ini Momen Terbaik Karier Saya
Pendiri Intisari Purwokerto, Eddy Setio, mengatakan pelatihan tersebut penting untuk meningkatkan kualitas usaha. Selain itu, kesadaran pelaku usaha terhadap penerapan keamanan pangan secara konsisten juga perlu ditingkatkan.
"Ketika pelaku usaha memahami prinsip food safety dan menerapkannya secara konsisten, maka risiko komplain, produk rusak, retur, hingga potensi keracunan makanan dapat ditekan," ujarnya di Purwokerto, Sabtu.
Kepercayaan pelanggan dan daya saing usaha pun dapat meningkat.
Menurut Eddy, keamanan pangan kini menjadi kebutuhan mendasar bagi seluruh pelaku usaha pangan. Mulai dari hotel, restoran, kafe, katering, bakery, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kolaborasi dengan Pakar Kuliner Nasional
Dalam kegiatan tersebut, Intisari Purwokerto menghadirkan pakar kuliner nasional Stefu Santoso. Ia memiliki pengalaman panjang di industri perhotelan dan restoran serta tercatat sebagai Worldchefs Certified Continental Judge.
>>> PB PASI Sambut Baik Komitmen Prabowo soal Transformasi Kebijakan Olahraga
Eddy menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi dengan Association of Culinary Professionals (ACP). Tujuannya mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia di sektor kuliner.
Sejak berdiri pada 1981, Intisari Purwokerto tidak hanya berperan sebagai toko bahan kue dan mitra usaha boga.
Perusahaan juga mengembangkan fungsi edukasi bagi pelaku usaha kuliner lokal melalui berbagai program pelatihan.
Stefu Santoso mengatakan, workshop ini bertujuan meningkatkan kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya keamanan pangan. "Food safety merupakan salah satu kunci bagi kelangsungan bisnis F&B," katanya.
>>> Apple Siap Naikkan Harga Produk Akibat Krisis Memori Global
Dengan menerapkan keamanan pangan secara konsisten, risiko komplain, produk rusak, hingga potensi keracunan makanan dapat ditekan. Kepercayaan pelanggan dan daya saing usaha pun meningkat.
Update Terbaru
Harga Emas Antam Turun Rp5.000, Kini Rp2.668.000 per Gram
Minggu / 21-06-2026, 07:08 WIB
Herve Renard Resmi Latih Timnas Tunisia di Piala Dunia 2026
Minggu / 21-06-2026, 07:08 WIB
Berawal dari TikTok, Lagu Masa Depanmu Milik Danil Muzik Raup Jutaan Streaming
Minggu / 21-06-2026, 07:06 WIB
Pernah Kalah dari Timnas Indonesia, Herve Renard Incar Kemenangan Lawan Jepang di Piala Dunia 2026
Minggu / 21-06-2026, 07:06 WIB
Kisah Poligami dengan Dua Kartu Keluarga di Cianjur Viral
Minggu / 21-06-2026, 07:06 WIB
Studi: Minum Kopi di Pagi Hari Bisa Perpanjang Umur
Minggu / 21-06-2026, 07:04 WIB
Fernando Hierro Optimistis Timnas Spanyol Lolos Fase Grup Piala Dunia
Minggu / 21-06-2026, 07:04 WIB
Lagu Masa Depanmu Danil Muzik Viral di TikTok, Raih Jutaan Streaming
Minggu / 21-06-2026, 07:04 WIB
Ulasan Flat Girls: Menenun Luka, Kelas Sosial, dan Cinta Remaja yang Rapuh
Minggu / 21-06-2026, 07:01 WIB
MSCI Turunkan Penilaian Informasi Pasar Modal Indonesia, Status Emerging Market Tetap
Minggu / 21-06-2026, 06:51 WIB
Jonathan Tah Puji Mentalitas Jerman yang Mampu Balikkan Keadaan Lawan Pantai Gading
Minggu / 21-06-2026, 06:44 WIB
Celah Keamanan BootROM Intai Chip iPhone dan iPad Lawas
Minggu / 21-06-2026, 06:44 WIB
Real Madrid Bantah Rumor Dekati Winger Bayern Munich Michael Olise
Minggu / 21-06-2026, 06:44 WIB
Brace Deniz Undav Bawa Jerman Comeback Atas Pantai Gading dan Segel Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026
Minggu / 21-06-2026, 06:40 WIB






