Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) memberikan respons positif terhadap transformasi kebijakan olahraga nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Kebijakan ini mencakup penganggaran multiyear untuk Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) dan pembinaan atlet sejak usia dini.

in1

>>> Apple Siap Naikkan Harga Produk Akibat Krisis Memori Global

Rencana tersebut disepakati setelah pertemuan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir dengan Presiden Prabowo.

Dalam pertemuan itu, Presiden menekankan pentingnya skema anggaran berkesinambungan untuk ajang multievent serta pembentukan Akademi Olahraga bagi anak usia sekolah dasar sekitar 8 hingga 10 tahun.

Ketua Umum PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan, menyebut kebijakan ini sebagai kabar baik yang telah lama dinantikan.

"Kebijakan ini menunjukkan adanya kesadaran bersama bahwa prestasi olahraga tidak dapat dibangun dengan pendekatan jangka pendek," kata Luhut dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/6/2026).

>>> BNN Minta Komdigi Blokir Akun dan Situs Terkait Narkotika

Ia menambahkan bahwa perjalanan seorang atlet muda berbakat hingga mampu bersaing di level dunia membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Gagasan pembinaan berjenjang dari SD hingga SMA dinilai Luhut sangat selaras dengan visi regenerasi PB PASI.

Penjaringan bakat sejak usia dini menjadi kunci untuk melahirkan juara dunia yang tangguh.

>>> Pemerintah Beri Diskon Tarif Transportasi untuk Libur Sekolah dan Nataru

Untuk menyukseskan visi Akademi Olahraga, PB PASI siap mengintegrasikan program pembinaan yang sudah berjalan, termasuk pusat pelatihan desentralisasi di Papua.