Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) menilai kebijakan penganggaran multiyears atau tahun jamak untuk pemusatan latihan nasional menjadi langkah penting dalam membangun prestasi atletik Indonesia secara berkelanjutan.

Ketua Umum PB PASI Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan cabang olahraga terukur seperti atletik membutuhkan proses pembinaan panjang, terencana, dan konsisten agar atlet mampu bersaing di tingkat dunia.

in1

>>> CORTIS Dengarkan Lagu Juicy Luicy Jelang Tampil di Allo Bank Festival 2026

“Bagi kami di PASI, ini adalah kabar baik yang telah lama dinantikan.

Kebijakan ini menunjukkan adanya kesadaran bersama bahwa prestasi olahraga tidak dapat dibangun dengan pendekatan jangka pendek,” kata Luhut dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Pernyataan itu disampaikan Luhut untuk merespons arahan Presiden Prabowo Subianto terkait transformasi kebijakan olahraga nasional, khususnya mengenai penganggaran multiyears untuk pelatnas dan pembinaan talenta sejak usia dini.

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan bahwa Presiden Prabowo mendukung penguatan ekosistem olahraga nasional melalui skema pembinaan jangka panjang.

Hal itu termasuk rencana pembentukan Akademi Olahraga Nasional untuk menjaring bakat sejak usia sekolah dasar.

Luhut mengatakan atlet tidak dapat dibentuk hanya dalam satu musim kompetisi.

Menurut dia, perjalanan dari atlet muda berbakat hingga mampu bersaing di level dunia memerlukan waktu bertahun-tahun melalui latihan, kompetisi, pendampingan pelatih, serta dukungan sport science.

“Seorang atlet tidak dibentuk dalam satu musim kompetisi.

Perjalanan dari seorang atlet muda berbakat hingga mampu bersaing di level dunia membutuhkan waktu bertahun-tahun menjalani proses yang tidak mudah,” ujar Luhut.

>>> Cetak Dua Gol di Piala Dunia, Matheus Cunha: Ini Salah Satu Hari Terbaik