Dia menambahkan, selama ini proses pembinaan olahraga kerap terkendala siklus perencanaan yang bersifat tahunan.

Padahal, atlet dan pelatih membutuhkan kepastian program agar target prestasi dapat disusun secara bertahap dan terukur.

in1

Luhut mengungkapkan kebijakan tersebut dapat menjadi titik balik bagi pembinaan olahraga nasional karena pemerintah tidak hanya mengejar target medali jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi prestasi untuk masa depan.

Terkait gagasan pembinaan talenta sejak usia dini, Luhut mengatakan hal tersebut sejalan dengan program regenerasi PB PASI.

Ia menyebut pemanduan bakat dari usia 8 hingga 10 tahun menjadi salah satu kunci untuk menemukan calon atlet potensial sejak dini.

PB PASI, dia melanjutkan, siap menyelaraskan program pembinaan yang telah berjalan, termasuk pusat pelatihan desentralisasi di Papua, agar dapat terintegrasi dengan visi pemerintah dalam pengembangan Akademi Olahraga Nasional.

Selain dukungan pemerintah, Luhut juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dari kalangan usaha, untuk memastikan kesinambungan pembinaan atlet.

“Dukungan dari kalangan usaha juga memainkan peran sentral di balik keberhasilan program pembinaan selama ini.

Sinergi yang kokoh ini memberi kami ruang gerak yang lebih luas untuk terus mengakselerasi jam terbang internasional para atlet,” ujar Luhut.

>>> Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026

Dia berharap kebijakan pembinaan jangka panjang tersebut dapat memperkuat ekosistem atletik nasional sehingga Indonesia mampu menyiapkan atlet yang lebih kompetitif di berbagai kejuaraan internasional.