>>> Kepmenko PMK Nomor 20 Tahun 2026 Jadi Pedoman Penataan Hulu DAS Ciliwung

Analisis Whole Genome Sequencing (WGS) menunjukkan bakteri Clostridium botulinum yang ditemukan pada dua sampel dari satu batch susu bubuk organik identik dengan bakteri yang ditemukan pada sampel klinis bayi yang sakit dan pada produk susu formula jadi yang dinyatakan positif.

Meski demikian, FDA masih melanjutkan analisis akar penyebab, khususnya terkait bahan baku yang digunakan dalam proses produksi.

Langkah Pencegahan FDA dan ByHeart

Sebagai tindak lanjut, ByHeart menyusun rencana aksi untuk memperkuat sistem keamanan pangan di seluruh proses produksinya.

Perusahaan akan menerapkan metode pengujian baru terhadap Clostridium botulinum dengan tingkat sensitivitas yang lebih tinggi. Protokol tersebut dikembangkan bersama laboratorium independen.

Pengujian nantinya dilakukan terhadap seluruh bahan baku susu serta setiap batch produk akhir sebelum dipasarkan.

Selain itu, ByHeart juga akan memperluas audit terhadap pemasok, meningkatkan frekuensi pengujian bahan baku, menerapkan sistem pelacakan batch berbasis kode QR, serta membentuk Dewan Penasihat Keamanan Pangan independen.

Di sisi lain, FDA juga mulai menyusun berbagai langkah untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Salah satunya dengan meningkatkan pengambilan sampel pengawasan guna mengetahui seberapa sering Clostridium botulinum ditemukan pada susu bubuk.

Lembaga tersebut juga berupaya memperdalam pemahaman mengenai risiko bakteri tersebut dalam susu formula bayi dan menyusun praktik terbaik bagi industri dalam proses produksinya.

FDA turut mendorong Joint FAO/WHO Expert Meetings on Microbiological Risk Assessment (JEMRA) untuk melakukan penilaian risiko terhadap bakteri pembentuk spora, termasuk Clostridium botulinum dan Bacillus cereus, pada susu formula bubuk.

>>> Vertu Alphafold: Ponsel Lipat Rp 110 Juta yang Sulit Dibedakan dari Pesaing

Selain itu, FDA mendukung permintaan Komite Codex tentang Higiene Pangan agar JEMRA memperbarui kajian risiko terhadap bakteri Cronobacter dan Salmonella pada susu formula bubuk, sekaligus menyusun rekomendasi pengendalian yang lebih ketat mulai dari produksi, pengemasan, hingga penyajian susu formula.