Para kreator serial animasi Dragon Striker menyatakan bahwa mereka sengaja menciptakan apa yang disebut sebagai "genre anime baru" dengan menggabungkan olahraga kompetitif, sihir, dan fantasi.

Dalam wawancara dengan Animation Scoop menjelang penayangan perdana di Disney+ dan Hulu, co-creator Sylvain Dos Santos dan Charles Lefebvre menjelaskan bahwa serial ini bukan sekadar anime olahraga biasa.

>>> Sejarah Tercipta, Indonesia Juara AVC Men's Cup Usai Hajar Korea 3-0

Meskipun berpusat pada olahraga fiksi bernama Gorotama, tujuan utama mereka adalah menciptakan sesuatu yang berbeda dari anime olahraga tradisional.

Menggabungkan Sepak Bola dengan Sihir

Menurut Dos Santos, ide di balik Dragon Striker adalah melampaui klise anime olahraga dengan memberikan kemampuan supernatural tempat yang bermakna dalam alam cerita.

"Idenya adalah menciptakan genre anime baru, menyuntikkan sihir dan kekuatan super," ujarnya.

Ia mencontohkan bahwa banyak anime olahraga menampilkan efek visual spektakuler tanpa menjelaskan mengapa efek itu ada.

"Kau tidak pernah punya alasan mengapa orang ini menembak penguin atau api atau naga. Seolah semua orang menerima itu tapi tidak ada yang membicarakannya."

Sebaliknya, Dragon Striker membangun kekuatan-kekuatan itu langsung ke dalam dunia Gorotama, memberi karakter alasan naratif untuk menggunakan kemampuan magis selama pertandingan.

Bagi Dos Santos, pendekatan itu memungkinkan fantasi dan olahraga saling melengkapi, bukan sekadar tontonan visual.

Perjalanan Emosional Protagonis Key

Meskipun konsep olahraga fantasi menjadi daya tarik utama serial ini, para kreator menekankan bahwa perjalanan emosional protagonis Key tetap menjadi inti cerita.

Dos Santos menggambarkan Key sebagai penggemar berat Gorotama yang secara bertahap menemukan bahwa ia berpotensi menjadi Dragon Striker.

"Dia adalah penggemar berat Gorotama. Itu adalah seluruh hidupnya.